Sedih Banget, Bocah Meratap di Depan Jenazah Ibunya: Ndak Bisa Bobo Aku Mak, Tinggal Kelas Nanti Aku
logo

23 Agustus 2021

Sedih Banget, Bocah Meratap di Depan Jenazah Ibunya: Ndak Bisa Bobo Aku Mak, Tinggal Kelas Nanti Aku

Sedih Banget, Bocah Meratap di Depan Jenazah Ibunya: Ndak Bisa Bobo Aku Mak, Tinggal Kelas Nanti Aku


GELORA.CO - Video bocah perempuan menangis di depan jenazah ibunya viral di media sosial. Ia sangat terpukul karena kehilangan ibu tercinta.

Murid SD kelas 5 itu meratap depan jenazah ibunya yang terbujur kaku. Ia mengaku tidak akan bisa tidur jika ibunya tidak ada.

Ia seakan tak percaya ibunya meninggal dunia. Ia menganggap ibunya hanya tertidur.

Bocah berusia sekitar 11 tahun itu membujuk ibunya ibunya agar terbangun dari tidurnya.

“Bangun mamak. Ndak bakal bisa aku bobok mak, tinggak kelas nanti aku mak kalau ndak ada mamak, dimarahin orang aku nanti mak,” ucapnya sambil terisak.

“Ndak ada lagi nanti yang sayang sama aku mak,” tambahnya.

Seorang pria yang duduk di sampingnya menarik dan memeluk bocah tersebut. Pria itu diduga sebagai ayahnya.

“Mamak sayang sama aku pak. Enggak cukup lagi pak untuk biaya mamak ya pak. Enggak bisa mamak kayak gini ya pak,” kata bocah perempuan itu di pangkuan ayahnya.

“Ndak kuat aku mak, sesak kali nafasku mak,” bebernya, sedih.

Seorang perempuan berusaha membujuk bocah itu agar mengikhlaskan kepergian ibunya. Ia menarik bocah itu dari pangkuan ayahnya.

Namun si bocah ngotot bahwa ibunya tidak meninggal, hanya tertidur.

“Masih hidup mamak pung, masih di sini mamak pung, masih bobok mamak, ndak meninggal mamak pung,” lanjutnya.

Ia mengatakan ibunya akan bangun kembali pada pukul 12. Karena itu, dia tidak akan meninggalkan ibunya di ruangan tersebut.

“Bisa nanti bangun, jam 12 bangun nanti mamak, bobok mamak, yakin aku,” tegasnya.

“Bangun nanti mamak jam 12. Kalau tak bangun, ku bangunin mamak sampai bangun,” ucapnya sambil menangis sesenggukan.

Video berdurasi 4 menit 59 detik itu dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Rise pada 21 Agustus 2021 lalu.

“Semoga anak kami Nanda kelas 5 B, kuat menerima kenyataan hidup saat ini, karena kehendak Tuhan lah yang jadi atas setiap hidup manusia, Tuhan lah yang membimbing kita tangan kita dipegang teguh, tentunya dengan berpengharapan hanya kepada Dia,” tulisnya.

Hingga Senin (23/8) video unggahan Rose sudah ditonton 1,3 juta kali, disukai 37 ribu pengguna Facebook dan dikomentari 9,2 ribu orang.