Perusahaan Oksigen di China Dapat Lonjakan Pesanan dari Indonesia
logo

14 Juli 2021

Perusahaan Oksigen di China Dapat Lonjakan Pesanan dari Indonesia

Perusahaan Oksigen di China Dapat Lonjakan Pesanan dari Indonesia


GELORA.CO -  Ketika India mengalami lonjakan kasus COVID-19, perusahaan generator China kebanjiran pesanan dari India hingga kewalahan. Kini, pesanan datang dari Indonesia.

Menurut laporan ABC Australia, Selasa (13/7/2021), dua negara yang sedang banyak pesan ke China adalah Indonesia dan Myanmar. Satu perusahaan di Shenzhen membuat hingga 5.000 generator untuk memenuhi permintaan.

Pihak perusahaan mengakui adanya meningkatnya pesanan" dari Indonesia dan Myanmar, seperti yang dilaporkan harian Global Times di China.

Dalam laporan tersebut disebutkan Deng, seorang manajer di perusahaan pembuat generator oksigen di China, mengatakan pihaknya mulai menerima pesanan baru dari Indonesia Selasa pekan lalu.

Ia mengaku menerima pesanan mesin oksigen sebanyak total 5.000 unit dari Indonesia dan Myanmar.

Tetapi Dang mengaku jika ada kekurangan bahan baku di hulu rantai pasokan karena lonjakan pesanan dari India, yang membuat sulit untuk memperluas produksi dalam waktu singkat.

Seorang staf pembuat alat kesehatan di Changzhou, Provinsi Jiangsu, di timur China, yang juga memiliki pabrik di Indonesia, mengatakan meningkatnya penularan COVID-19 di Asia Tenggara mendorong peningkatan pesanan.

"Jumlah pesanan tabung kami yang dapat digunakan untuk menampung sampel uji asam nukleat COVID-19 meningkat baru-baru ini," kata staf tersebut. 

Bulan Mei lalu, Pemerintah Indonesia, melalui kerja sama Asosiasi Gas Industri Indonesia sebagai produsen utama gas oksigen di Indonesia, pernah mengirimkan bantuan 3.400 tabung oksigen senilai kurang lebih Rp2 miliar ke India.

Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan tabung berisi oksigen ke India tidak akan mengganggu pasokan oksigen di dalam negeri.

“Ini sudah mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri, jadi tidak akan mengganggu pasokan oksigen nasional,” ujarnya (11/5). 

Dua bulan berselang, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitann mengalihkan 100 persen oksigen industri untuk kesehatan, sambil menyiapkan skenario terburuk untuk suplai oksigen, obat, rumah sakit dan kebutuhan lainnya jika penularan terus meningkat.

Merespons situasi terkini di RI, Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengatakan kepada Global Times pada Minggu (11/6) bahwa KBRI telah berkoordinasi dengan Jakarta untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan di China untuk pengadaan alat kesehatan.

“Dalam rangka donasi, kami akan memfasilitasi prosedur ekspor mesin oksigen dan APD lainnya untuk masuk ke Indonesia,” kata Djauhari. [liputan6]