Luhut Bilang, Tengah Bulan ini Kasus Korona Turun, Tak Perlu Panik
logo

5 Juli 2021

Luhut Bilang, Tengah Bulan ini Kasus Korona Turun, Tak Perlu Panik

Luhut Bilang, Tengah Bulan ini Kasus Korona Turun, Tak Perlu Panik


GELORA.CO - Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan meramalkan, efek kebijakan pembatasan yang berlaku mulai dari 3 Juli hingga 20 Juli mendatang akan terlihat pada 10 hingga 12 hari kedepan. Artinya, Luhut meramalkan dalam jangka waktu tersebut akan terjadi penurunan kasus Covid-19.

“Masa inkubasi 10–12 hari, nah oleh karena itu masih melihat tanggal 3 Juli, kira-kira 10-12 hari ke depan baru kita berharap terjadi penurunan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/7).

Selain itu, target penurunan kasus Covid-19 tersebut juga diiringi dengan tingkat angka kesembuhan. Menurutnya, saat ini Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara dengan tingkat kesembuhan tertinggi, yakni 84,4 persen.  “Semua kekuatan kita gelar dan masih terkendali. Tidak perlu panik,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.

Luhut menyampaikan, jika kondisi penularan Covid-19 semakin memburuk, akan menginformasikan jauh hari sebelumnya. Sebab, selama ini, Ia mengklaim persoalan dapat tertangani. Menurutnya, penanganan Covid-19 dapat diatasi dengan kerja sama dan sinergi yang baik dari berbagai pihak baik pemerintah pusat maupun pemerimtah daerah.

“Ada kritis sana-sini, tapi semua dapat diatasi dan tim bekerja dengan sangat kompak, baik dari daerah sampai pusat. Saya berharap kalau kita kompak, insyaAllah ini semua akan bisa teratasi,” sebutnya.

Luhut memaparkan, adapun langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi lonjakan penularan Covid-19, salah satunya adalah masyarakat dapat menjalani isolasi mandiri dengan memanfaatkan layanan telemedicine untuk mendapatkan pengobatan dan konsultasi secara gratis. Ia meminta, masyarakat melakukan pemeriksaan swab antigen hanya di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes untuk memastikan bantuan pemerintah bisa diakses dan dimanfaatkan.

Menurutnya, kelangkaan oksigen karena adanya peningkatan 3 hingga 4 kali dari jumlah yang dibutuhkan. ’’Memang ada sedikit kekurangan, tapi sekarang dengan pengaturan dari 5 produsen oksigen, kita minta untuk 100 persen sekarang didedikasikan kepada masalah kesehatan,” jelasnya.

Luhut menambahkan, saat ini sejumlah pemerintah daerah dan berbagai pihak pun tengah membangun dan menyiapkan rumah sakit darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. “Dari TNI misalnya ada 10 tenda-tenda darurat, yang kita gunakan juga seperti di RSPAD itu akan digelar mulai hari ini sampai terus ke depan, itu ada 310 tempat tidur dan kita ingin dari 310 itu mungkin kita akan bisa jadi tempat emergency,” ungkap dia. [jpc]