Alumnus: Mari, Desak Mundur Rektor UI
logo

28 Juni 2021

Alumnus: Mari, Desak Mundur Rektor UI

Alumnus: Mari, Desak Mundur Rektor UI


GELORA.CO - Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) 1982 Andi Muhammad Asrun mendesak Profesor Ari Kuncoro mundur dari jabatannya sebagai rektor UI.

Desakan Asrun merespons sikap rektorat yang memanggil pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) lantaran mengunggah kalimat kritikan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam unggahan di Instagram BEM UI terpampang poster bergambar Presiden Jokowi disertai tulisan "Jokowi The King of Lip Service".

BEM UI menilai Jokowi sering obral janji sehingga layak mendapat gelar tersebut.

Menurut Asrun yang eks dosen tidak tetap FHUI, sikap rektorat terlalu berlebihan dan menghilangkan independensi perguruan tinggi.

"Terus terang saya malu dengan pemanggilan BEM UI oleh rektorat," kata Asrun kepada JPNN.com, Senin (28/6). 

Dia ingat pada 1974, Rektor UI Prof Mahar Mardjono membela mahasiswa ketika dipanggil aparat keamanan.

Padahal saat itu situasi Orde Baru lebih keras dari situasi sekarang karena Presiden Soeharto sangat berkuasa secara pribadi. 

Sekarang, lanjutnya, kekuasaan seperti tentakel yang menjaring ke mana-mana. Banyak orang menjadi “benteng kekuasaan”, atau berlomba-lomba menampakkan kesetiaan atau berada dalam satu lingkaran dengan kekuasaan.

"Apa karena takut dibilang tidak loyal. Atau sengaja membuat dirinya menjadi takut kalau dibilang tidak loyal," cetus pengacara yang intens membela guru honorer itu.

Asrun mengajak seluruh alumni UI mengirim petisi mengutuk kelakuan rektorat UI. 

"Mari desak mundur rektor UI karena secara moral telah melakukan kesalahan fatal sebagai akademisi. Membungkam kebebasan mimbar dan berpendapat bagi civitas academica di Kampus UI," pungkas mantan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). []