Sahrul Gunawan Resmi Jadi Wabup Bandung, Ridwan Kamil Wanti-wanti Soal Integritas
logo

26 April 2021

Sahrul Gunawan Resmi Jadi Wabup Bandung, Ridwan Kamil Wanti-wanti Soal Integritas

Sahrul Gunawan Resmi Jadi Wabup Bandung, Ridwan Kamil Wanti-wanti Soal Integritas


GELORA.CO - Pelantikan yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di dua kabupaten di Jawa Barat akhirnya terlaksana. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, resmi melantik Bupati Bandung dan Tasikmalaya beserta para wakilnya, Senin (26/4).

Kedua pasangan merupakan kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 lalu.

Mereka adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan; Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto-Cecep Nurul Yaqin. Kedua pasangan dilantik dan diambil sumpah jabatan secara langsung di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung pada kesempatan yang sama.

Dalam amanatnya, Ridwan Kamil menyampaikan sejumlah pesan agar para kepala daerah yang baru dilantik dapat bertugas dengan baik dan amanah.

"Yang istimewa, kami sangat berbahagia akhirnya dua daerah yang dilantik di hari ini sudah ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Bandung sudah dirindukan oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Dan qodarullah hari ini bisa menyaksikan peristiwa bersejarah di gedung istimewa ini berupa dilantiknya Bupati-Wakil Bupati Bandung dan Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya," ucap Emil, sapaan akrabnya.

"Saya mengucapkan selamat, semoga selalu amanah karena amanah adalah landasan utama dari seorang pemimpin," tambahnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, Emil memberikan tiga pesan kepada para kepala daerah. Pertama, menjaga integritas sebagai pondasi utama.

"Dimulai dari pemimpinnya, InsyaAllah semangat integritas akan diikuti oleh jajaran ASN dan masyarakatnya. Jauhi dari godaan godaan yang bisa membuat kita terpeleset kepada hal-hal yang melanggar aturan. Harus saling mengingatkan antara bupati dan wakil itu harus selalu kita hadirkan setiap hari," tutur Emil.

Kedua, melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Menurutnya, menjadi pemimpin bukan untuk dilayani tapi menjadi pemimpin adalah untuk melayani.

"Jangan jadi pemimpin yang banyak di ruangan-ruangan kantor tapi turunlah ke masyarakat, karena masalah itu hadir lebih nyata pada saat kita turun melihat langsung permasalahan," ucapnya.

Ketiga, harus selalu profesional dan pandemi Covid-19 mengajarkan masyarakat untuk tidak boleh biasa-biasa saja melainkan harus luar biasa.

"Harus dipikirkan post-Covid Kabupaten Bandung seperti apa. Harus dipikirkan post-Covid Kabupaten Tasikmalaya itu akan seperti apa. Pendidikan berubah, kesehatan berubah, cara mengambil keputusan berubah, produktivitas berubah. Mereka mereka yang selamat adalah mereka-mereka yang beradaptasi," tuturnya.

Menurutnya, dengan beradaptasi pemimpin harus punya teori baru membangun daerah masing-masing karena tidak bisa lagi menggunakan teori-teori lama dalam membangun daerahnya.

"Saya titip agar kita semua bisa melakukan yang namanya adaptasi. Jadikan kepemimpinan anda adalah kepemimpinan keteladanan the best leadership adalah leadership by example kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan dengan keteladan," tuturnya.

Tak hanya itu, Emil juga meminta untuk bisa menjaga kekompakan antara bupati dan wakil bupati dari hari pelantikan sampai nanti hari terakhir masa jabatan.

"Sebelum memulai perjalanan bersama-sama untuk membangun daerahnya dari sekarang ditetapkan, didiskusikan, dimusyawarahkan bagaimana berbagi peran pembangunan karena masing-masing punya kapasitas, masing-masing punya hal-hal yang bisa disinkronkan," tandasnya.(RMOL)
close
Subscribe