Pelni Larang Ceramah, Tengku Zul Puja-puji Soeharto: Salah Pelni atau Arahan Rezim?
logo

12 April 2021

Pelni Larang Ceramah, Tengku Zul Puja-puji Soeharto: Salah Pelni atau Arahan Rezim?

Pelni Larang Ceramah, Tengku Zul Puja-puji Soeharto: Salah Pelni atau Arahan Rezim?


GELORA.CO - Ustaz Tengku Zulkarnain merasa heran dengan pembatalan ceramah kajian online Ramadhan oleh petinggi PT Pelni.

Komentar itu dituangkan Tengku Zul melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul.

“Pengalaman bertahun tahun naik Sinabung dan Kambuna Medan-Jakarta selalu sholat berjamaah, jadi imam, ceramah, dan khutbah,” tulisnya.

Ia juga menyebut bahwa PT Pelni sedianya sangat religius, utamanya saat di zaman Orde Baru.

Bahkan selama 32 tahun di bawah kepemimpinan Orde Baru, sama sekali tidak ada masalah.

“Begitu religiousnya Pelni selama bertahun tahun sejak zaman pak Harto, dan tidak ada masalah,” sambungnya.

Justru ia mempertanyakan kenapa baru di era kepemimpinan Jokowi kemudian muncul masalah demikian.

“Kenapa skrg jadi begini. Salah Pelni atau arahan rezim?” tandasnya

Untuk diketahui, kajian online Meeting Ramadhan 1442 H yang digelar @BakisPelni (Badan Kerohanian Islam), rencananya diisi oleh sejumlah pembicara.

Di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar Putrananda, Ustaz Subhan Bawazier, KH Cholil Nafis yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Namun kajian online itu mendadak dibatalkan jajaran direksi dan komisaris PT Pelni dengan alasan tidak ada izin.

Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budiyarto memberikan penjelasan terkait beredarnya poster kajian Ramadhan online yang diisi beberapa tokoh agama.

Kata Dede, sapaan akrabnya, Dewan Direksi Pelni belum memberi izin pembicara yang didatangkan pada acara itu.

Hal itu pula yang menjadi alasan pihaknya membatalkan acara tersebut.

“Direksi sampai saat ini belum mendapat info pembicara yang akan diundang dalam kegiatan Ramadhan,” katanya, Minggu (11/4/2021) dilansir dari RMOL (jaringan PojokSatu.id).

Sehubungan dengan hal tersebut, Pelni akhirnya memutuskan untuk meniadakan kegiatan ceramah dalam kegiatan Ramadhan.

Sementara buntut dari pembatalan ini, ada pejabat yang dimutasi dari jabatannya ke posisi lain.

“Sementara ini yang dimutasi level supervisor dan dibebastugaskan sebagai VP,” ujarnya.

Menurutnya, ini sekaligus menjadi warning bagi seluruh BUMN agar bisa bertindak tegas.

“Ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN. Jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus,” ujarnya.[psid]
close
Subscribe