Cerita Brutal Karyo Habisi Bunda Maya Guru Ngaji di Bogor
logo

7 November 2020

Cerita Brutal Karyo Habisi Bunda Maya Guru Ngaji di Bogor

Cerita Brutal Karyo Habisi Bunda Maya Guru Ngaji di Bogor


GELORA.CO - Karyo (39) bertindak brutal saat menghabisi nyawa Athiqotul Masha alias Bunda Maya (28). Korban yang merupakan guru ngaji di Bogor itu dianiaya, lalu tubuhnya dimasukkan ke dalam sumur.
Kepada polisi, Karyo mengaku mendaratkan 15 kali pukulan dan tendangan ke tubuh Bunda Maya hingga membuat ibu dua anak ini sekarat. Bertubi-tubi, Karyo mendaratkan pukulan dan tendangannya ke wajah, kepala, leher dan badan Bunda Maya.


Suami dari pembantu rumah tangga di rumah Bunda Maya ini juga menginjak leher. "Jadi sempat ada penganiayaan dulu. Menurut pengakuan pelaku ada 15 kali dia menganiaya korban, dengan cara ditendang dan dipukul. Tidak menggunakan alat, cuma tangan kosong," kata Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil, Sabtu (7/11/2020).

Kejadian mengerikan tersebut berlangsung di kediaman Bunda Maya, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/11) malam. Ia menyelinap lewat jendela rumah. Saat itu, Bunda Maya hanya bersama dua anaknya yang tengah tertidur lelap. Sedangkan suami Bunda Maya berada di masjid dekat rumah menjadi pembawa acara maulid Nabi Muhammad SAW.

Bunda Maya yang kritis setelah dianiaya pelaku, kemudian diceburkan ke sumur rumahnya. Hingga akhirnya korban meninggal dan ditemukan pada Selasa (3/11/2020) pagi. Selama dua hari suami dan tetangga sempat mencari keberadaan Bunda Maya.

"Menurut pengakuan pelaku, ketika korban diceburkan itu masih ada napasnya," ucap Kadek.


Aksi keji Karyo itu dipicu sakit hati karena Bunda Maya terus-terusan menagih utang. Utang Karyo sebesar Rp 1 juta dipinjamnya dari Bunda Maya pada awal Oktober 2020. Kepada Bunda Maya, Karyo berjanji akan mengembalikan uang itu seminggu kemudian. Namun Karyo tak menepati janjinya.


Karyo juga kecewa lantaran masalah utang itu disampaikan ke istrinya dan membuatnya sempat cekcok mulut. Pria bekerja sopir ini murka. Kemudian timbul niat untuk melampiaskan sakit hatinya kepada Bunda Maya.

"Pelaku tidak bisa membayar utangnya dalam waktu seminggu. Korban kemudian menagih berulang-ulang. Pertengahan atau akhir bulan kemarin, timbul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban," kata Kadek.

"Ini bisa dikatakan begitu (pembunuhan yang sudah direncanakan)," dia menambahkan.

Karyo kini mendekam di Mapolsek Cibinong. Barang bukti disita polisi di antaranya uang dan handphone milik korban yang digondol Karyo.(dtk)