Ada Klaster Ponpes di Trenggalek, 72 Santri Positif COVID-19
logo

11 November 2020

Ada Klaster Ponpes di Trenggalek, 72 Santri Positif COVID-19

Ada Klaster Ponpes di Trenggalek, 72 Santri Positif COVID-19


GELORA.CO - Penambahan Kasus COVID-19 masih terjadi di Trenggalek. Di salah satu ponpes di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan ada 72 santri yang positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek Saeroni mengatakan, kasus tersebut merupakan salah satu paparan terbesar yang terjadi di wilayahnya. Penyebaran virus Corona di Pondok Pesantren Anwarul Haromain tersebut, awalnya diketahui setelah ada salah satu santri mengalami sakit dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

"Dari yang sakit kemudian kami periksa positif. Selanjutnya kami telusuri dan ditemukan kontak eratnya. Kemudian kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk swab," kata Saeroni, Rabu (11/11/2020).

Dari 133 santri yang menjalani pemeriksaan usap atau swab, ditemukan 72 santri yang terkonfirmasi positif COVID-19. Para santri tersebut rata-rata perempuan.



"Ini bisa dikatakan sebagai klaster, karena terjadi dalam waktu yang bersamaan. Tapi itu semua sudah kami lakukan penanganan," jelasnya.

Terkait temuan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Trenggalek langsung melakukan langkah penanganan, dengan melakukan karantina seluruh santri yang dinyatakan positif virus Corona. Santri yang positif dan memiliki gejala seperti batuk dan pilek, menjalani karantina di asrama COVID-19. Sedangkan yang tidak bergejala menjalani karantina di pesantren.

"Pondoknya sekarang kami jadikan lokasi karantina. Jadi yang sehat (tidak bergejala) kami karantina di situ, selama 14 hari," ujarnya.



Saeroni menyampaikan, dari hasil pemeriksaan kesehatan, sebagian besar santri dalam kondisi sehat. "Ada yang sudah lepas masa karantina. Namun ada juga yang baru lima hari. Ini terjadi karena hasil pemeriksaan swab tidak keluar bersamaan," imbuh Saeroni.

Kepala Dinas Kesehatan ini mengaku, penanganan kasus Corona di pesantren cenderung lebih mudah dibandingkan dengan masyarakat umum. Sebab, seluruh santri berada dalam lokasi yang sama. Sehingga proses karantina dapat dilakukan dengan tertib.

"Saya rasa lebih mudah, karena mereka terkumpul," jelasnya.


Disinggung terkait hasil penelusuran tim dinas kesehatan, Saeroni mengaku belum bisa mengetahui secara jelas soal asal penularan virus tersebut kepada puluhan santri.

"Ini masih kami lakukan tracing," kata Saeroni.

Sementara itu dari data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) COVID-19, jumlah warga Trenggalek yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 410 orang. Dengan rincian 298 orang sudah dinyatakan sembuh, 98 orang masih menjalani karantina dan 14 meninggal dunia.(dtk)