GMPN: Ada Kelompok Yang Manfaatkan Demo Tolak Omnibus Law -->
logo

12 Oktober 2020

GMPN: Ada Kelompok Yang Manfaatkan Demo Tolak Omnibus Law

GMPN: Ada Kelompok Yang Manfaatkan Demo Tolak Omnibus Law


GELORA.CO - Ketua Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) Lendi Octavi menyebut ada beberapa kelompok yang memanfaatkan aksi demo tolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja.

Pertama, kata Lendi, adalah kelompok yang berharap mendapatkan keberuntungan dibalik demo tersebut.



Mereka ini berharap ada gerakan chaos seperti 98 dan mengerucut isunya menjadi turunkan Presiden.

"Gerakan aksi tolak Omnibus Law banyak yang tunggangi, dan ada yang cari untung dengan target chaos seperti 98. Makanya kami berharap publik cerdas dan bisa mengambil langkah menempuh jalur yang sudah ada yaitu judicial review di MK," ungkap Lendi, Senin (12/10).

Lebih lanjut, Lendi menuding ada kelompok mafia pungli perizinan yang juga mengambil kesempatan memanfaatkan gerakan demo tolak omnibus law agar mendapatkan perhatian dan bisa ditolak.

"Mereka (mafia perizinan) periuk nasinya hilang. Mafia punglinya nggak makan alias gigit jari," ucapnya.

Lebih jauh, Lendi menyerukan pihaknya sepakat untuk memberantas praktek korupsi sampai di daerah dan harapannya dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja peluang pungli yang mereka lakukan menjadi tertutup.

"Oknum otak korup mereka menolak Omnibus Law, karena peluang pungli jadi tertutup. KitaKetua Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) Lendi Octavi menyebut ada beberapa kelompok yang memanfaatkan aksi demo tolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja.

Pertama, kata Lendi, adalah kelompok yang berharap mendapatkan keberuntungan dibalik demo tersebut.

Mereka ini berharap ada gerakan chaos seperti 98 dan mengerucut isunya menjadi turunkan Presiden.

"Gerakan aksi tolak Omnibus Law banyak yang tunggangi, dan ada yang cari untung dengan target chaos seperti 98. Makanya kami berharap publik cerdas dan bisa mengambil langkah menempuh jalur yang sudah ada yaitu judicial review di MK," ungkap Lendi, Senin (12/10).

Lebih lanjut, Lendi menuding ada kelompok mafia pungli perizinan yang juga mengambil kesempatan memanfaatkan gerakan demo tolak omnibus law agar mendapatkan perhatian dan bisa ditolak.

"Mereka (mafia perizinan) periuk nasinya hilang. Mafia punglinya nggak makan alias gigit jari," ucapnya.

Lebih jauh, Lendi menyerukan pihaknya sepakat untuk memberantas praktek korupsi sampai di daerah dan harapannya dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja peluang pungli yang mereka lakukan menjadi tertutup.

"Oknum otak korup mereka menolak Omnibus Law, karena peluang pungli jadi tertutup. Kita terlalu terbuai dengan birokrasi serba njlimet, dari meja ke meja pejabat pasti di situ ada fee. Tengok saja banyak Kepala Daerah di daerah sudah pakai rompi oranye di KPK," pungkasnya. terlalu terbuai dengan birokrasi serba njlimet, dari meja ke meja pejabat pasti di situ ada fee. Tengok saja banyak Kepala Daerah di daerah sudah pakai rompi oranye di KPK," pungkasnya.(RMOL)