Kenangan Dan Duka Andreas Hugo Atas Kepergian Didi Kempot
logo

5 Mei 2020

Kenangan Dan Duka Andreas Hugo Atas Kepergian Didi Kempot

Kenangan Dan Duka Andreas Hugo Atas Kepergian Didi Kempot

GELORA.CO - Sobat Ambyar tengah berduka. Maestro lagu-lagu campur sari, Dionisius Prayitno atau akrab disapa Didi Kempot, meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, pada Selasa pagi (5/5).

Kepergian untuk selamanya penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini memberi kenangan tersendiri bagi anggota Komisi X DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira. Andreas menyebut Didi Kempot sebagai seorang seniman grassroot yang mampu menembus seluruh strata sosial penggemar seni.

“Dari pedagang di pasar, pengusaha besar, sampai para menteri kabinet bahkan presiden pun mengenal Didi Kempot dengan musik khas Campur Sari melankoliknya,” ujar Andreas lewat keterangan tertulisnya, Selasa (5/5).

Andreas mengaku masih teringat Didi Kempot saat mentas di acara pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran awal Januari 2020 silam. Dia memuji suara khas Didi Kempot saat memeriahkan acara tersebut.

“Suara bariton yang khas melengking dari sang 'Godfather of Broken Heart' seolah menghipnotis kurang lebih sepuluh ribuan peserta Rakernas yang notabene kader-kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Baik yang Jawa, keturunan Jawa yang mengerti bahasa Jawa, maupun yang non-Jawa. Yang Jawa ikut melantunkan setiap lagu yang dinyanyikan sang Godfather, yang non-Jawa ikut mendayu-dayu dalam alunan musik melankolik khas Didi Kempot,” bebernya.

Anggota dewan asal NTT ini pun mengaku kagum dengan aksi panggung Lord Didi yang begitu memukau para peserta rakernas PDI Perjuangan yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya terpana menyaksikan, dari pengurus partai daerah, elite partai nasional, para udangan, para menteri kabinet bahkan Presiden Jokowi ikut larut dalam alunan musik Didi Kempot. Saya yang non-Jawa, asli Flores NTT, pun ikut larut menikmati lagu-lagu Didi Kempot seperti Solo Balapan, Pamer Bojo Anyar,” paparnya.

Atas meninggalnya Didi Kempot, Andreas mengaku sedih. Pasalnya, adik dari Mamik Srimulat itu sempat ikut berjuang dan berkontribusi untuk mengumpulkan donasi serta mengajak para Sobat Ambyar agar tidak mudik saat wabah Covid-19 mendera Indonesia.

“Didi Kempot telah pergi ditengah pandemik Covid-19 sedang mengganas, di mana Didi Kempot pun dengan caranya ikut berkontribusi bernyanyi mengumpulkan dana amal. Ikut mengajak masyarakat untuk tidak mudik melalui lantunan lagunya,” katanya.
Didi Kempot berjuang melawan Covid-19. Sang Godfather of Broken Heart, Lord Didi, sang maestro Campur Sari meninggalkan kita dalam perjuangan melawan Covid-19. Pesannya, mari kita lanjutkan perjuangan Didi Kempot melawan Covid-19. Selamat jalan Lord Didi. Semoga yang terbaik untukmu,” tandasnya.(rmol)