Wilayah Indonesia Masih Kebal Corona

Wilayah Indonesia Masih Kebal Corona

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Wabah virus corona terus menyebar ke segala penjuru dunia. Namun hingga saat ini, Indonesia masih kebal dari serangan virus ini.
Sebagaimana diketahui, virus ini diketahui berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus yang memicu penyakit tersebut sempat dinamai dengan 2019-nCoV atau Novel Coronavirus. Virus ini telah menyebar dari China, Jerman, hingga Singapura.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19 Selain penyakitnya, virus yang menyebabkan wabah tersebut juga telah mendapatkan secara resmi. Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan nama baru virus corona baru di Wuhan yakni SARS-CoV-2.

Hingga kini, virus mematikan ini belum sampai mewabah di Indonesia. Ketika negara tetangga seperti Malaysia hingga Thailand sudah mengumumkan kasus positif COVID-19, Indonesia masih nihil.

Namun, riset yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Harvard menyebut Indonesia mestinya sudah ada kasus Corona. Banyaknya kasus di luar China yang terkait riwayat bepergian ke China menunjukkan adanya kaitan erat dengan volume penerbangan dari dan ke Wuhan. Para peneliti lalu membuat model regresi linear untuk mengidentifikasi tempat-tempat dengan potensi kasus 'uderdetected' di berbagai negara.

Jumlah kasus di Kamboja dan Indonesia, berada di bawah interval prediksi 95%. Masing-masing, pada saat penelitian dilakukan, belum melaporkan adanya kasus penularan virus corona. Thailand, meski cukup banyak melaporkan kasus positif, jumlahnya masih berada di bawah interval prediksi 95%.

"Indonesia belum melaporkan adanya kasus, dan seharusnya Anda sudah menemukannya beberapa," kata salah seorang peneliti yang turut dalam tim ilmuwan Universitas Harvard tersebut, Marc Lipsitch, dikutip dari Ibtimes.

WHO juga meragukan kemampuan Indonesia mendeteksi virus Corona. Namun belakangan, anggapan tersebut dikoreksi.

"Jadi kan hari ini kalian sudah mendengar apa yang dijelaskan Bu Vivi (Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty, M Biomed), dia sudah menjelaskan proses dan prosedur uji spesimen seperti apa, dan hari ini kita konfirmasi kalau Indonesia sudah bisa mendeteksi Novel Coronavirus, labnya juga sudah kompeten," jelas Dr Vinod Kumar, Medical Officer di WHO, saat ditemui di Ruang Layanan Publik Badan Litbangkes.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menepis riset Universitas Harvard itu. Dia bahkan meminta Harvard untuk bertandang ke Indonesia langsung.

"Ya Harvard suruh ke sini lah. Saya buka pintunya untuk melihat. Jadi kami tidak ada yang ditutupi, bahkan dari AS (Amerika Serikat) bisa lihat sendiri. Dan itu alat yang dipakai alat dari Anda (AS) sendiri," kata Terawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Terawan mempersilakan peneliti dari Harvard untuk melihat laboratorium untuk menguji ada atau tidaknya virus corona. Indonesia hingga saat ini belum mengkonfirmasi wabah virus corona.

"Perkara Indonesia tidak ada, ya itu berkat Yang Maha Kuasa. Menurut saya, ya doa kita semua. Kita tidak mengharapkan untuk ada. Dan kita terus berdoa jangan ada 'mampir' ke Indonesia. Dan kita melakukan pemeriksaan dengan ketat dan sesuai standar," ujar mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, ini.

Pasien corona dipastikan masih nihil sampai saat ini. Kemenkes pun memastikan 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang diobservasi terkait virus Corona, dalam keadaan baik.

"Kami sampaikan bahwa perkembangan kesehatan mereka setiap hari dipantau, baik suhu dua kali sehari di pagi dan malam hari. Dan kondisinya saat ini tak ada yang melebihi 38 derajat," tutur Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Vensya mengatakan semua WNI yang menjalani observasi itu didampingi tim dokter. Kemenkes menyiagakan dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru-paru, hingga psikolog untuk mendampingi para WNI itu.

"Di sana mereka didampingi dokter penyakit dalam, paru, dan sebagainya, dan didampingi tim psikologis. Kondisinya adalah baik," katanya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita