Ernest Prakasa: Agak Nyebelin Lihat Anak Presiden Maju Pilkada -->
logo

9 Desember 2019

Ernest Prakasa: Agak Nyebelin Lihat Anak Presiden Maju Pilkada

Ernest Prakasa: Agak Nyebelin Lihat Anak Presiden Maju Pilkada

GELORA.CO - Sutradara Ernest Prakasa mengaku sebal dengan melihat langkah anak presiden yang maju dalam Pilkada.

Maju sebagai kandidat kepala daerah merupakan hak setiap warga. Atas dasar ini, Ernest tidak mempermasalahkan anak presiden maju dalam Pilkada, meski hati kesal.

"Memang agak nyebelin liat anak presiden maju Pilkada. TAPI, kan menang/enggaknya kan tergantung warga, bukan tergantung bapaknya. That’s the beauty of democracy. Kata gw mah biarin aja mereka berjuang," kicau Ernest lewat akun Twitter @ernestprakasa, Senin (9/12/2019).

Kicauan Ernest terkesan mengarah ke rencana Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju Pilwakot Solo 2020. Selain Gibran, menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution juga mendaftar sebagai calon wali kota Medan.

Gibran sudah mendapat dukungan dari masyarakat untuk maju sebagai kepala daerah. Mereka membentuk kelompok relawan pendukung Gibran yang bernama Kancane Gibran Gess.

Kancane Gibran Ges berencana mengantarkan Gibran ke kantor Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk mendaftar sebagai calon wali kota. Direncanakan, Gibran mendaftar pada 12 Desember atau bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran calon kepala daerah.

Juru bicara Kagege Imelda Yuniati mengatakan relawan rencananya pergi ke Semarang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun tidak menutup kemungkinan menggunakan bus karena sejauh ini sudah 222 orang dari 17 simpul organ yang mendaftar ikut ke Semarang. Jumlah simpul relawan seluruhnya sebanyak 28 organ.

"Kita berangkat ke Semarang dengan dana sendiri. Dan keinginan kita turut mengantar Mas Gibran semata-mata karena kita ingin menunjukkan support moril pada Mas Gibran," kata dia.

Lokasi keberangkatan belum ditentukan karena masih menunggu masukan dari tim Gibran.

Ngomong-ngomong soal siapa calon wakil yang akan mendampingi Gibran, Imelda tidak menyebut nama. Pada prinsipnya, mereka akan mendukung siapapun pasangan Gibran.

Mereka mengklaim dukungan ini murni tanpa syarat. Mereka berkomitmen untuk bekerja keras memenangkan Gibran. []