Tito Bicara Penataan Kampung ke Anies, PKS DKI Kaitkan dengan Karakter
logo

27 November 2019

Tito Bicara Penataan Kampung ke Anies, PKS DKI Kaitkan dengan Karakter

Tito Bicara Penataan Kampung ke Anies, PKS DKI Kaitkan dengan Karakter

GELORA.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berbicara mengenai penataan kampung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menanggapi hal itu, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menyebut ada kaitan erat antara penataan kota dengan pembangunan karakter warganya.

"Kan membangun suatu negeri adalah membangun masyarakatnya. Membangun masyarakat itu adalah berarti membangun karakter orangnya. Membangun karakter tidak cukup sehari-dua hari, sebulan-dua bulan. bahkan setahun-dua tahun, itu tidak cukup. Kalau membangun taman itu gampang. Kemudian begitu diberdirikan, ditata, tetapi begitu datang orang yang karakternya rusak, maka akan jadi rusak," kata Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Suhaimi mengakui penataan kampung kumuh merupakan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Anies. Dia meyakini sisa masa jabatan Anies 2,5 tahun lagi dapat mengatasi masalah tersebut.

"Ya itu menjadi tantangan kepada Pak Gubernur, untuk membenahi Jakarta. Pak Gubenrur ini sudah 2,5 tahun, artinya sebelumnya juga sudah ada. Jadi ketika disampaikan seperti itu, maka adalah menjadi tantangan sekaligus mendorong Pak Gubernur dan jajarannya, termasuk DPRD yang menetapkan anggaran untuk berfikir serius mengatas masalah kampung kumuh," tutur Suhaimi.

Lebih lanjut, Suhaimi kembali mengingatkan pentingnya pembangunan karakter. Dia menyarankan Anies membentuk konsep gerakan dalam membangun karakter warga di DKI Jakarta.

"Kalau satu membangun, seribu merusak kan parah. Apalagi kalau yang membangun satu, seribu merusak. Oleh karena itu, kampung kumuh misalnya. Atau tata kelola kebersihan itu kembali kepada karakter orang, tantangan yang harus dihadapi adalah tantagan pembangunan karakter orang. Dalam bahasa agamanya adalah pembentukan akhlak," jelasnya.

Sebelumnya, pernyataan Tito disampaikan dalam Musyawarah Nasional IV APPSI Tahun 2019. Di situ, Tito menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gara-gara Jakarta yang dinilai seperti kampung jika dibandingkan dengan Shanghai, China.

"Pak Anies, saya yakin kalau sering ke China, kalau kita lihat Jakarta kayak kampung dibanding Shanghai," kata Tito di Hotel Borobudur, di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/11)

Tito menceritakan kunjungannya ke Shanghai dan Beijing, China, pada 1998. Dia mengatakan Shanghai dan Beijing saat itu masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Kota Jakarta.

"Tahun '98 saya masih ingat, saya kebetulan Sesko di Australia saat itu, studi banding ke China, Beijing dan Shanghai, masih banyak yang naik sepeda. Dengan Jakarta, Beijing kayak kampung, rumah-rumah kumuh, sungai yang kotor hitam banyak di mana-mana, sepeda masih di jalan," jelas Tito.[dtk]
Loading...
loading...