Tanggapi Pembully-an Anies Baswedan, Haji Lulung Ungkap Dipaksa Pilih Ahok pada Pilkada 2017
logo

15 Agustus 2019

Tanggapi Pembully-an Anies Baswedan, Haji Lulung Ungkap Dipaksa Pilih Ahok pada Pilkada 2017

Tanggapi Pembully-an Anies Baswedan, Haji Lulung Ungkap Dipaksa Pilih Ahok pada Pilkada 2017

GELORA.CO - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung angka suara soal perundungan pada Gubernurnya, Anies Baswedan.

Haji Lulung membeberkan dirinya turut berperan besar dalam kemenangan Anies Baswedan dan pasangannya, Sandiaga Uno pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017.

Hal itu disampaikan Haji Lulung saat menjadi bintang tamu di acara 'Indonesia Lawyers Club (ILC)' dengan topik #AniesdiBully pada Selasa, (13/8/2019).

Haji Lulung merasa, ia ikut bertanggung jawab atas kinerja Anies di DKI Jakarta saat ini.

"Saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang barangkali menurut saya menjadi ikut bertanggung jawab," ucap Haji Lulung dikutip TribunWow.com dari unggahan channel Youtube, Indonesia Lawyers Club pada Rabu (14/8/2019).

"Karena saya adalah orang yang banyak berkorban untuk jadinya Anies-Sandi pada Pemilu 2017."

Haji Lulung mengatakan, dirinya sampai melepaskan jabatannya demi mendukung Anies-Sandi menang Pilkada 2017.

Pasalnya, ia mengklaim dipaksa mendukung Gubernur Petahana kala itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Harus mengorbankan jabatan saya sebagai Ketua DPW PPP yang kemudian juga harus mengorbankan jabatan saya selaku pimpinan DPRD waktu itu," katanya.

"Kenapa? Karena waktu itu saya dipaksakan untuk mendukung Pak Ahok. Kemudian saya deklarasi ke Pak Anies-Sandi," tambahnya.

Namun, ia merasa senang ketika mendengar bahwa pasangan yang didukungnya menang.

"Kemudian saya katakan ketika saya deklarasi tanggal 12 Maret 2017, pada waktu itu semua wartawan media meminta kami doorstop kemudian saya katakan, Pilkada putaran kedua sudah dimenangkan oleh Anies dan Sandi."

"Alhamdulillah apresiasi dan 17 persen yang dimiliki oleh Agus dan Silvi itu memang semua dilimpahkan pada Anies Baswedan," terang Haji Lulung.

Meski saat ini Anies dalam pusaran bully, Haji Lulung mengatakan dirinya akan setia mendukung Anies hingga kini.

"Kenapa saya ikut bertanggung jawab? Barangkali berbeda dengan pembicara sebelumnya kalau hari itu tadi dikatakan Bang Eep saya orang yang juga mendukung dalam IT barangkali kemudian saya keluar saya akan memonitor dari jauh dan menagih janji."

"Kalau saya tidak, kalau punya berkomitmen mendukung dan menjadikan harus terus mendampingi," ujarnya.

Lihat videonya mulai menit awal:


Sementara itu, Anies sendiri mengatakan, lebih memilih fokus terhadap janji-janji yang pernah diucapkkan.

"Saya perlu garis bawahi pertama saya tidak menghadapi Pilkada bulan depan Bang Karni," ujar Anies.

"Kami ini bekerja lima tahun, dan janji-janji yang kami buat InsyaAllah kami laksanakan, dan janji itu dibuat untuk lima tahun."

Anies mengatakan, pihaknya belum bisa dikatakan tak menepati janji.

Pasalnya, ia memiliki durasi lima tahun demi memenuhi janji tersebut.

Sedangkan diketahui, saat ini Anies Baswedan baru dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur 50 tahun tersebut menjalani masa bakti 2017-2022.

"InsyaAllah semua yang dijanjikan InsyaAllah akan kami laksanakan dan memang durasinya selama 5 tahun," ujar Anies.

"Kita sedang dalam proses ke situ, InsyaAllah kita pegang janjinya," lanjutnya.

Satu di antara janji yang sudah dilaksanakan Anies, yakni tidak mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) 2019.

"Termasuk Bang Karni, debat pertama, debat pertama, pertanyaan dari moderator itu, apakah Anda akan ikut Pilpres tahun 2019."

"Ini saya belum menjadi Gubernur, saya baru menjadi Calon Gubernur sudah ditanya apakah mau ikut Pilpres 2019," jelasnya.

Menurut Anies tawaran menjadi capres bukan sekali dua kali.

Namun, dirinya berjanji konsisten untuk tak meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur.

"Ini pertanyaan itu diluncurkan saya sebelum jadi Gubernur, jadi ini bukan hal baru ditanyain begini bang, tiap waktu ditanyaain begini, tiap musim," katanya.

"Dan saya katakan saya akan melaksanakan tugas saya di Jakarta selama lima tahun. Tahun lalu saya ditarik-tarik untuk ikut Pilpres, dan saya katakan tidak. Dan saya akan konsisten laksanakan janji saya," tambah Anies.

Sehingga Anies mengatakan, dirinya sudah menjalankan satu di antara janjinya.

Kemudian, Anies mengatakan janji itu tertulis bukan imajinasi.

Ia menjelaskan, dirinya membuat 23 janji.

Namun, banyak pihak yang mengatakan dirinya membuat banyak janji-janji yang sebetulnya tak pernah Anies Baswedan buat.

"Janji itu tertulis, janji itu bukan imajinasi, janji itu ada."

"Jadi kami memiliki 23 janji, karena itu Bang Karni 23 janji itu mohon dibaca, jangan membuat imajinasi lalu mengatakan ini janjinya Anies-Sandi," tegas Anies.

Menurutnya, tagihan-tagihan janji yang tak berdasar dapat menghilangkan obyektifitas.

"Jangan bikin imajinasi sendiri, kalau bikin imajinasi sendiri, lalu kemudian mengukur sendiri nanti kehilangan obyektifitas. Lihat janjinya apapun masalahnya dari mulai perumahan, transportasi sampai soal reklamasi."

"Janjinya dibaca dulu sebelum kita mengatakan menepati atau tidak menepati," tegas Anies Baswedan.

Lihat videonya mulai menit awal:



[tn]
Loading...
loading...