Syukuran Prabowo-Sandi di Surabaya, Massa Teriakkan ‘Revolusi atau Mati’

Syukuran Prabowo-Sandi di Surabaya, Massa Teriakkan ‘Revolusi atau Mati’

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Deklarasi dan tasyakuran kemenangan Prabowo – Sandi yang berlangsung Ahad 5 Mei 2019 di Posko pemenangan Jalan Darmokali 61 Surabaya diwarnai dengan adanya seruan ”Revolusi atau Mati“.

Acara yang dihadiri oleh banyak tokoh tokoh nasional maupun aktifis dan beberapa kelompok relawan itu selain diisi dengan pemotongan tumpeng dan sujud kemenangan, juga diisi dengan orasi orasi beberapa tokoh. Tampak tokoh tokoh yang memberikan orasi adalah Saipul Pesink, Agus Maksum, Bambang Haryo, Reny Widya Lestari, Gus Sofi, Wawan Hendriawan atau yang dulunya akrab dipanggil Wawan Kemplo dan beberapa tokoh yang yang lain.

Ketika Agus Maksum, Direktur IT BPN memaparkan tentang bukti bukti kecurangan dalam perhitungan di situng KPU dan menyebutnya sebagai ada KPU diatas KPU yang mengacaukan data suara, Maksum menyebutnya telah terjadi ”Perampokan” suara rakyat, massa yang hadir meneriakkan takbir dan pekikan ”Revolusi atau Mati“.

Suasana menjadi semakin menggelora ketika Agus Maksum mengatakan tidakan berkompromi dengan kecurangan.

”Kita tidak akan menyerah dan tidak akan mau kompromi, apalagi dengan kecurangan, Situasi yang kita hadapi hari ini sama dengan situasi yang dihadapi oleh kakek nenek kita 73 tahun yang lalu, menghadapi kekuasaan penjajah yang merampok kekayaan negara, Jadi apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka menyelamatkan negara dari genggaman asing yang menjarah demokrasi kita,” ujar Maksum.

Wawan Kemplo tidak menampik gambaran situasi yang disampaikan oleh Agus Maksum. Ketika tampil menjadi pembicara berikutnya.

”Akar dari carut marutnya cara bebrbangsa dan bernegara kita ini karena kita sudah jauh Dari UUD 1945 yang asli dan Pancasila. Situasi ini hanya bisa dilakukan dengan dua cara, Dekrit atau kita lakukan Revolusi kembali ke UUD 1945 tanpa amandemen dan Pancasila”, ujar Wawan dengan nada berapi api.

”Nah kalau memang terjadi gerakan untuk kembali merebut kedaulatan rakyat dan kembali kepada UUD 1945 tanpa amandemen, maka saya yang akan memimpin“, tegasnya.

Sebagai informasi, acara deklarasi dan tasyakuran kemenangan Prabowo – Sandi ini dihadiri oleh beberapa organisasi relawan seperti : Be Uno, Pascal ITS , RN PAS, PPIIR, COBRA 08, ROEMAH DJOEANG, REPAIR UNAIR, GAMMASI, N8 Jatim, PASCAL L02 dan beberapa relawan yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo.

Acara tasyakuran itu juga melahirkan kesepakatan untuk mendesak Bawaslu menghentikan situng KPU dan melaporkan tindakan kecurangan tersebut kekepolisian sebagai tindakan pidana. Selain itu juga akan dilakukan demo tanpa henti di KPU oleh emak emak militan.

”Kita tidak ingin demokrasi kita dinodai dengan kecurangan, Kita minta KPU memghentikan perhitungan dan kita desak untuk melakukan perhitungan bersama dengan diawasi oleh seluruh rakyat Indonesia“, ujar Reny Widya Lestari. [sw]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita