Pencoretan BW Cermin KPU Tidak Profesional

Pencoretan BW Cermin KPU Tidak Profesional

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pencoretan nama mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) dan koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo daru daftar panelis debat pilpres disayangkan. 

Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar bahkan menyebut pencoretan itu sebagai cermin sikap tidak profesional Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya melihat KPU sekarang tidak bekerja profesional dan tidak punya karakter yang jelas," ujarnya seperti dikutip dari Jawapos, Sabtu (5/1).

Dia menyayangkan keduanya dicoret. Sebab baik BW maupun Adnan memiliki catatan hukum dan antikorupsi yang mumpuni untuk dijadikan materi debat.

"Sebenarnya, banyak catatan hukum dan antikorupsi yang bisa diambil dari mereka berdua," sambungnya.

Erwin mendesak KPU meminta maaf kepada BW dan Adnan yang telah dirugikan.

"Tindakan semacam ini merendahkan profesionalitas dan merugikan kedua orang tersebut," tutupnya. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita