'Terpeleset' <i>Summum Bukmun</i>, KH Nur: Kiai Ma’ruf Benar-benar Kehilangan Rais Aam
logo

14 November 2018

'Terpeleset' Summum Bukmun, KH Nur: Kiai Ma’ruf Benar-benar Kehilangan Rais Aam

'Terpeleset' <i>Summum Bukmun</i>, KH Nur: Kiai Ma’ruf Benar-benar Kehilangan Rais Aam


GELORA.CO - Protes keluarga besar disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI), bisa dipahami. Menurut KH Nur Maymoun, apa yang disampaikan Kiai Ma’ruf soal ‘budek dan buta’ untuk membela Presiden Jokowi sudah di luar kelaziman.

“Apalagi kalau kemudian diseret ke ‘ṣummum, bukmun, ‘umyun’, firman Allah dalam surat Alquran, sangat jauh dan tidak benar. Ayat itu berbicara soal murtad, bukan urusan kinerja seorang pemimpin. Saya yakin Kiai Ma’ruf tahu itu, tetapi, oleh Allah sedang ditutup semua, sehingga benar-benar hilang status Rais Aam,” demikian Kiai Nur orang dekat Gus Dur di Sumenep, Madura kepada duta.co, Rabu (14/11/2018).

Masih menurut Kiai Nur, politik memang kadang membuat orang tertutup dengan kebenaran. Karena paradigma politik itu, menang dan kalah, bukan benar dan salah. “Akhirnya ayat Alquran juga dipakai untuk membenarkan tindakan, ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Pengasuh Pesantren (Yayasan) Miftahul Ulum ini, berharap Capres-Cawapres bicara soal keummatan, tidak menjustifikasi dengan agama. Bagaimana rakyat ini hidup tenang, aman, nyaman. Bagaimana lapangan kerja tersedia, sehingga tidak harus menjadi TKI-TKW ke luar negeri.  “Ini mestinya materi kampanye yang baik. Tidak perlu mengolok-olok, apalagi mengatakan budek dan buta,” tambahnya.

Seperti diberitakan, keluarga besar PASTI tersinggung dengan Kiai Ma’ruf. “Kami menuntut Cawapres Ma’ruf Amin minta maaf atas sebutan ‘buta dan budek’. Ini benar-benar menyakitkan kami,” demikian undangan yang masuk ke duta.co, atas nama Arif, Ketua PASTI Rabu (14/11/2018).

Menurut Arif, keluarga besar PASTI menyesal sekali dengan ucapan yang dilontarkan seorang Calon Wakil Presiden nomor urut 01. “Sikap kritis orang pinter terhadap Pemerintahan Jokowi sering kami dengar, kami bukan berarti mereka buta dan budek. Kami memang lahir sudah buta. Tapi kami tak buta hati dan tak buta politik. Kami merasakan kehidupan kami semakin terpuruk sejak Jokowi  jadi presiden. Kami ingin insan press ikut meliput acara kami, yang berlangsung pukul 11.00-12.00 WIB,” jelas Arif. [dco]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...