Kiai Ma'ruf Sebenarnya Tidak Mau Jadi Pendamping Jokowi

Kiai Ma'ruf Sebenarnya Tidak Mau Jadi Pendamping Jokowi

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengaku jujur dirinya enggan ikut Pilpres 2019.

Dia mengatakan lebih nyaman menjadi rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan memimpin Majelis Ulama Indonesia.

"Sudah tua saja mau jadi calon wakil presiden. Saya sebenarnya tidak mau, saya lebih nyaman jadi rais aam PBNU dan ketua Majelis Ulama Indonesia," ungkapnya saat peluncuran buku Arus Baru Ekonomi Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (13/11).

Meski begitu, Menurut Kiai Ma'ruf, dirinya banyak mendapat dorongan untuk maju menjadi calon pendamping petahana Joko Widodo (Jokowi). Kalangan ulama juga turut mendorong.

"Tapi didorong oleh banyak pihak, oleh banyak ulama," katanya.

Kiai Ma'ruf juga menampik jika dikatakan dirinya terlalu tua untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2019.

"Data WHO umur-umur tua itu katanya dari mulai dari 80 sampai 100 tahun, kalau saya masih setengah baya. Saya belum tua sebenarnya, baru setengah baya," jelasnya.

Dia pun membandingkan usianya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang sudah berusia 93 tahun. 

"Mahathir saja masih siap menjadi perdana menteri, saya yang masih lebih muda harus siap jadi wakil presiden. Mudah-mudahan bisa bertugas dan membangun, menyiapkan, menguatkan, membuat landasan yang kuat supaya 2024 (Indonesia) bisa lepas landas," papar Kiai Ma'ruf. 

Adapun, buku Arus Baru Ekonomi Indonesia sendiri merupakan berisi pemikiran-pemikiran dari Kiai Ma'ruf. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita