Ikut Reuni 212, Ponpes di Garut Tolak Kedatangan Ma'ruf Amin

Ikut Reuni 212, Ponpes di Garut Tolak Kedatangan Ma'ruf Amin

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Penolakan kedatangan Ma'ruf Amin kembali terjadi di Kabupaten Garut. Kali ini disuarakan Pondok Pesantren Darussalam Wanaraja. Alasan mereka tolak kehadiran Ma'ruf lantaran hendak mengikuti reuni 212 di Jakarta.

Hal tersebut dibenarkan Pimpinan Ponpes Darussalam KH Abdul Halim Musaddad yang mendelegasikan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Darussalam Cecep Solahudin sebagai juru bicara saat diwawancarai wartawan di kantornya, Jalan Raya Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (30/11/2018).

"Benar, kami menerima surat permohonan kedatangan KH Ma'ruf Amin sebagai mukhtasar PBNU. Hanya dengan sangat terpaksa sekali kami tidak bisa menerimanya," ujar Cecep.

Cecep membenarkan alasan penolakan kedatangan Ma'ruf karena seluruh elemen Ponpes Darussalam hendak menghadiri reuni 212 di Jakarta, pada Minggu (02/12/2018). Ma'ruf Amin datang di hari yang sama.

"Benar memang itu sudah diagendakan sebelumnya. Sebenarnya, pak kiai (Abdul Halim) sangat terhormat dengan rencana kedatangan beliau. Hanya saja kami memiliki agenda untuk mengikuti reuni 212," kata Cecep.

Ponpes Darussalam sendiri menerima surat pemberitahuan kedatangan Ma'ruf dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Kamis (22/11). Lantaran berhalangan, pihak ponpes kemudian mengirimkan surat jawaban pada Kamis (29/11).

Ma'ruf rencananya datang ke Garut pada Minggu (02/12/2018). Di Garut ia akan mengunjungi sejumlah ponpes, gelar istigasah dan berziarah ke makam sesepuh NU di Garut. [dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita