Sandiaga: Kita Tak Tahu Rencana Besar Allah dengan Agenda Besar Ini
logo

5 Oktober 2018

Sandiaga: Kita Tak Tahu Rencana Besar Allah dengan Agenda Besar Ini

Sandiaga: Kita Tak Tahu Rencana Besar Allah dengan Agenda Besar Ini


GELORA.CO - Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet kini resmi menjadi tersangka kasus penyebar berita bohong alias hoax terkait soal penganiayaan dirinya. Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu disangkakan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Ratna sebelumnya merupakan Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, atas perbuatannya Ratna dipecat dari tim koalisi pemenangan nomor urut 2 tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, calon wakil presiden Sandiaga Uno merasa prihatin atas kasus yang menimpa Ratna. Dia mendoakan agar Ratna tabah menjalani apa yang disangkakan oleh polisi.

"Kita doakan beliau (Ratna Sarumpaet), karean beliau dalam keadaan tekanan sangat berat dan gimanapun juga dia seorang ibu, seorang emak-emak, seorang manusia biasa. Kita enggak tahu rencana besar Allah dengan agenda besar ini," kata Sandi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (5/10).

"Saya serahkan kepada yang di atas, pasti ada hikmahnya," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Kendati demikian, Sandi tidak mengetahui apa timnya akan memberikan bantuan hukum kepada Ratna atau tidak. Karena Ratna sudah resmi dipecat dari Tim Badan Pemenangan Nasional capres cawapres nomor urut 2.

"Kami fokus dalam menjalankan kegiatan kami (kampanye). Melanjutkan pada bidang ekonomi," jelas Sandi.

Sebelumnya Ratna dicekal oleh Polda Metro Jaya ketika hendak bertolak ke Chile untuk menghadiri kongres perempuan di negara tersebut. Ratna diutus oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menjadi pembicara.

Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan Ratna sebagai tersangka kasus hoax penganiayaan. Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 UU ITE.  Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. [jpc]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...