Bendera Tauhid Hanya Dipakai Saat Perang? Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mencerahkan

Bendera Tauhid Hanya Dipakai Saat Perang? Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mencerahkan

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Ustadz Abdul Somad Lc MA akhirnya bersuara terkait polemik pembakaran bendera Tauhid Laa Ilaha Illallah Muhammadun Rasululla di Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10/18). Dai lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini juga membantah argumen sekelompok orang yang ngotot dan menyatakan bahwa bendera Tauhid hanya digunakan saat perang.

"Apakah (Ar-Royah dan Al-Liwa') hanya dipakai saat perang? Tidak. Karena waktu itu (Fathul Makkah) Nabi masuk (ke Kota Makkah) dengan damai. Tidak ada peperangan." kata Ustadz Abdul Somad melalui akun Youtube resmi Tafaqquh, Senin (29/10/18) malam.

Ustadz Abdul Somad mengutip penjelasan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim terkait Ar-Royah dan Al-Liwa'. Katanya, Ar-Royah merupakan bendera kecil berwarna hitam dengan tulisan warna putih. Ar-Royah digunakan untuk pasukan kecil. Sedangkan Al-Liwa' yang berwarna putih bertuliskan kalimat Tauhid berwarna hitam merupakan bendera dengan ukuran besar untuk pasukan besar.

Pada peristiwa Fathul Makkah, kata Ustadz Abdul Somad mengutip penjelasan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, ummat Islam membawa bendera Al-Liwa' dan masuk ke Kota Makkah dengan damai, tanpa peperangan.

"Selama 19 hari di Makkah. Tidak ada perang. Damai. Rekonsiliasi." terangnya.

Saat sebagian orang mengatakan bahwa Fathul Makkah merupakan Yaumul Malhamah (Hari Balas Dendam) antara ummat Islam yang sudah kuat kepada kaum kafir yang lemah, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan tegas menepisnya.

"Hadza yaumul marhamah, ini hari berkasih sayang." kata Ustadz Somad mengutip perkataan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Penggunaan Ar-Royah dan Al-Liwa' di luar peperangan, lanjut lulusan Darul Hadits Maroko ini, merupakan simbol persatuan antara ummat Islam; anshor dan muhajirin, yang baru masuk Islam dan sudah lama masuk Islam, sesama ummat Islam agar saling cinta dan mendukung dalam perjuangan.

"Tidak perang pun bendera itu dipakai sebagai simbol persatuan. Persatuan ummat." pungkasnya. [tbw]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita