Kwik Kian Gie: Apa pernah Pak Jokowi Mengajak Saya Bicara? Tidak
logo

18 September 2018

Kwik Kian Gie: Apa pernah Pak Jokowi Mengajak Saya Bicara? Tidak

Kwik Kian Gie: Apa pernah Pak Jokowi Mengajak Saya Bicara? Tidak


GELORA.CO - Pakar ekonomi yang dikenal sebagai kader PDI Perjuangan Kwik Kian Gie telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Mantan Menko Perekonomian sekaligus itu angkat bicara soal keputusan dia berbeda sikap dari PDI Perjuangan yang mengusung Joko Widodo - Maruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Apa pernah Pak Jokowi mengajak saya bicara? Tidak. Lho bukannya saya yang mengambil inisiatif karena beliau kan sudah gubernur, sudah presiden? Sudah (mengambil inisiatif)," ujar Kwik saat memberikan keterangan seusai bertemu Prabowo di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra itu, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018) malam.

Kwik menjelaskan, sekitar tahun 2013 ia pernah bertemu Jokowi saat melayat Ketua MPR RI sekaligus suami dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno, Taufik Kiemas, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Saat itu Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kwik menyarankan agar Jokowi memanfaatkan popularitasnya untuk kepentingan partai dan negara.

Menurut Kwik, Jokowi seharusnya tidak hanya memperhatikan urusan Provinsi DKI Jakarta saja, melainkan juga kepentingan nasional. Lantas, kata Kwik, Jokowi menanyakan gagasan apa yang bisa ditawarkan.

"Apa itu? Kata Jokowi. Oh kebetulan saya punya bahan yang banyak sekali karena saya lama sekali jadi ketua litbang PDI-P, ketua DPP, dan mewakili PDI juga menjadi wakil ketua MPR," kata dia.

Kwik pun memberikan setumpuk catatan atau pemikirannya dalam bentuk cetak maupun digital.

Termasuk catatan Kwik berjudul "Platform Presiden" yang pernah ia tulis pada 2004 dan 2009.

Catatan tersebut berisi pemikiran-pemikiran Kwik yang diyakini harus dilakukan oleh seorang presiden, khususnya di bidang ekonomi.

Namun, Jokowi tidak pernah memberikan tanggapan atau respons atas catatan yang ia berikan itu.

"Satu kata pun tidak ada reaksi, tidak ada sambutan apa-apa. Jadi, jelas (jadi penasihat ekonomi Prabowo)," tuturnya.


[tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...