Bentrok Demo Tagih Janji Jokowi, 9 Polisi dan Puluhan Mahasiswa Luka-luka
logo

18 September 2018

Bentrok Demo Tagih Janji Jokowi, 9 Polisi dan Puluhan Mahasiswa Luka-luka

Bentrok Demo Tagih Janji Jokowi, 9 Polisi dan Puluhan Mahasiswa Luka-luka


GELORA.CO - Aksi demonstrasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu berlangsung ricuh, Selasa (18/9/2018).

Aksi pelemparan batu ke arah gedung DPRD Provinsi Bengkulu selain mengakibatkan beberapa mobil di teras kantor DPRD dan mobil polisi mengalami kerusakan, bahkan 8 anggota polisi yang diturunkan untuk melakukan pengamanan mengalami luka-luka.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru mengatakan, sejak awal pihaknya sudah ada komunikasi dan sudah menyiapkan pengamanannya. Ia menjelaskan, tuntutan ingin bertemu dengan anggota dewan sudah difasilitasi namun para mahasiswa memaksa masuk pada saat di DPRD sedang berlangsung rapat.

“Jadi sudah kita akomodir juga untuk perwakilan namun tetap memaksa untuk masuk. Untuk yang diamankan masih kita lakukan pengecekan ada sekitar 8 orang yang nantinya kita akan mintai keterangan. Sedangkan untuk letusan tadi adalah gas air mata dipastikan tidak ada peluru,” ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dari anggota kepolisian banyak yang menjadi korban sekitar 9 anggota lantaran diduga akibat lemparan batu dan kayu oleh pendemo. Mereka adalah Brigpol Silvi, AKP Jon Pahala, Bripda Aswin, Brigpol Hendri, Bripda Agung Sedayu, Bripda Risky, Bripda Rido Rahmad Riadi, Bripda Sepril dan Bripda Doni.

Selain mahasiswa tidak ada yang diamankan. Kapolres menegaskan batas toleransi pelaksanaan aksi ini hanya hingga pukul 18.00 WIB.

“Untuk anggota yang cidera akibat lemparan batu ada juga kayu. Tadi juga ada 2 anggota yang dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolres.

Selain itu, dari keterangan Kholid Koordinator Lapangan, dalam demo tersebut puluhan pendemo mengalami cidera lantaran diduga akibat tembakan gas air mata dan peluru karet.

“Puluhan rekan-rekan mengalami cidera akibat tembakan gas air mata dan peluru karet. Bahkan beberapa orang harus dilarikan kepuskesmas setempat,” katanya.

Saat ini pintu masuk gedung DPRD Provinsi Bengkulu masih di jaga ketat oleh aparat kepolisian untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan. Polisi juga menurunkan mobil anti huru hara dan menambah personil untuk mengamankan demo tersebut.

Dilansir sebelumnya, HMI menuntut pemerintah untuk segera melakukan perbaikan dan peningkatan pada sektor perekonomian dengan menstabilisasi nilai tukar Rupiah, meningkatkan produksi ekspor dan pengurangan impor di segala lini, peningkatkan harga jual komoditas pertanian.

Massa aksi juga meminta adanya optimalisasi peran lembaga pemerintahan, lembaga legislatif untuk berpihak dan menyuarakan kepentingan masyarakat, menuntut pelaksanaan janji-janji pemerintahan yang belum terlaksana mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap penyampaian aspirasi masyarakat. [pdb]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...