Sepakat dengan TGB, Sandi: Gerindra Tak Pakai Isu SARA di Pilpres
logo

7 Juli 2018

Sepakat dengan TGB, Sandi: Gerindra Tak Pakai Isu SARA di Pilpres

Sepakat dengan TGB, Sandi: Gerindra Tak Pakai Isu SARA di Pilpres


GELORA.CO - Gubernur NTB, yang juga Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Wagub DKI Sandiaga Uno mengaku sepakat dengan pernyataan itu. 

"Saya sepakat dengan Tuan Guru," kata Sandiaga di GOR PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018). 

Sandiaga memahami kekhawatiran TGB atas rawan terjadinya perpecahan akibat isu SARA yang didengungkan dalam kontestasi politik. Ia berkaca pada saat bertarung dalam Pilgub DKI 2017, ketika isu SARA amat kental. 

"Beliau ahlilah, beliau ahli siasat, ahli strategi," ujarnya. 

Sandiaga mengatakan isu yang seharusnya dibangun dalam kontestasi politik saat ini adalah isu terkait ekonomi. Ia juga memastikan partainya tak akan menggunakan ayat-ayat perang serta isu suku, agama, ras, dan antargolongan pada Pilpres 2019. 

"Memang betul kita fokusnya di ekonomi, bukan di isu-isu SARA sama sekali," tutur Sandiaga.

"Ini jelas-jelas bukan waktu yang mudah buat ekonomi Indonesia, sangat mengkhawatirkan dan oleh karena itu kita akan fokus di ekonomi," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

Sandiaga mengatakan, pada Pilpres 2019, partai dan koalisinya akan fokus menyoroti persoalan ekonomi Indonesia untuk merebut suara rakyat. Terutama terkait penciptaan lapangan kerja dan kemiskinan. 

"Gerindra fokus di ekonomi Pasal 33 UUD '45, di mana kita akan menciptakan lapangan kerja dan mengikis pengangguran, kikis kemiskinan. Kita akan perjuangkan agar ketimpangan dan kesenjangan itu tidak ada lagi," kata Sandiaga.

"Pilpres 2019 ini adalah referendum tentang ekonomi Indonesia. Referendum tentang ekonomi Indonesia dan kami yakin Pak Prabowo dan platform dan mitra koalisi memiliki jawaban yang sudah ditunggu-tunggu dan akan mendapat tempat di hati dan pikiran masyarakat Indonesia," lanjutnya.

Sebelumnya, TGB meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. TGB menegaskan Indonesia sedang tidak berperang. 

Hal tersebut disampaikan TGB dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7). Tampak TGB memberikan ceramah di depan sejumlah orang. 

"Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan," ujar TGB. [dtk]

Loading...
loading...