logo

3 Juli 2018

Pamit ke Wiranto, Ini Jejak Singkat Moeldoko di Hanura

Pamit ke Wiranto, Ini Jejak Singkat Moeldoko di Hanura


GELORA.CO - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko sudah berpamitan ke Partai Hanura. Moeldoko bakal mundur dari Hanura demi fokus mengerjakan tugas Istana. 

Moeldoko purnatugas sebagai panglima TNI pada 2015 silam. Posisinya kemudian digantikan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang kini juga sudah purnatugas.

Pria kelahiran Kediri, 60 tahun silam, ini merupakan lulusan terbaik Akabri pada 1981. Berbagai jabatan strategis di TNI sudah pernah diemban Moeldoko. Ia pernah menjabat Pangdam XII/Tanjungpura (2010), Pangdam III/Siliwangi (2010), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Puncak karier kemiliterannya adalah saat ia dilantik presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Panglima TNI pada 2013.

Wiranto mengumumkan Moeldoko gabung Hanura pada akhir Desember 2016 silam. Karena rekam jejak yang panjang, Moeldoko langsung menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Hanura. 

"Selamat kepada Moeldoko, yang sudah memiliki KTA Hanura. Beliau akan bersama saya masuk ke dewan pembina," kata Wiranto yang masih menjabat Ketua DPP Hanura (nonaktif), di kantornya di Jl Mabes Hankam, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016), silam.

Moeldoko bahkan pernah diusulkan menjadi calon Ketum Hanura pengganti Wiranto yang sudah dilantik jadi Menko Polhukam. Selain itu, ada beberapa kader internal yang diusulkan menjadi Ketum Hanura.

Di luar urusan militer dan politik, Moeldoko dikenal dekat dengan Jokowi. Ia pernah menjadi perwakilan keluarga Jokowi di pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Dua bulan berselang, Moeldoko semakin dekat dengan Jokowi. Ia masuk ring 1 kabinet Jokowi-JK menjadi KSP menggantikan Teten Masduki. 

Kini satu tahun lebih di Hanura, Moeldoko menyatakan akan mundur dari Hanura. Apa sebab? Ternyata Moeldoko ingin fokus pada pekerjaannya membantu Presiden.

"Saya secara individu, secara pribadi, nggak pernah terlibat urusan partai politik karena di samping saya sebagai dewan pembina, keterlibatan saya tidak ada pengaruh. Oleh karena itu, saya mempertimbangkan mengundurkan diri saja karena tugas di sini semakin banyak frekuensinya," ujar Moeldoko di kantor KSP, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).[dtk]

Loading...
loading...