logo

24 Juli 2018

Menteri Maju Jadi Caleg, Pengamat: Bentuk Pengakuan Dirinya Tidak Berkinerja Baik

Menteri Maju Jadi Caleg, Pengamat: Bentuk Pengakuan Dirinya Tidak Berkinerja Baik


GELORA.CO - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio memberikan pendapatnya terkait sejumlah menteri di Kabinet Kerja yang maju menjadi Calon Legislatif (Caleg) 2019.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui tayangan Metro TV yang diunggah di akun YouTube pada Selasa (24/7/2018).

Hendri Satrio menilai menteri yang maju jadi caleg merupakan contoh tragedi yang terjadi sejak lama.

Dirinya menambahkan bahwa hal itu juga menunjukkan bahwa menteri itu sedang menyatakan tidak berkinerja baik.

"Ini menjadi salah satu pernyataan pembuktian dirinya memang tidak berkinerja baik, maka mereka mencari safety net di DPR untuk kedepannya," kata Hendri.

Hendri mengatakan jika para menteri sudah yakin tidak terpilih bila nantinya Joko Widodo berhasil melanjutkan pemerintahannya menjadi dua periode.

"Jadi saat nyaleg ini menjadi bentuk pengakuan dirinya bahwa tidak berkinerja baik. Sehingga bila Pak Jokowi dua periode, dia yakin betul bahwa dirinya tidak akan dipilih," ujar Hendri.

Untuk itu, Hendri mempertanyakan apakah saat pengangkatan para menteri ada perjanjian untuk mengizinkan maju sebagai caleg.

"Kalau nggak ada berarti ini memang dibebaskan oleh Pak Jokowi. Menurut saya ini jadi pembelajaran nanti, mesti ditanyain jangan sampai belum selesai (Menteri) kemudian mundur," kata Hendri.

"Kalau tahu gitu, mendingan di reshuffle dari dulu, sehingga nggakganggu kabinet yang lain," imbuh dia.

Simak video selengkapnya dibawah ini:



Seperti diberitakan Kompas.com, sejumlah menteri yang maju dalam Pemilu 2019 diusung oleh masing-masing partainya sebagai calon anggota DPR perode 2019-2024.

Dari tujuh partai politik yang saat ini ada di kabinet, empat diantaranya mengusung kader mereka sebagai caleg DPR.

Keempat partai itu, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara tiga parpol lainnya, yakni Golkar, Nasdem dan Hanura tidak ikut mengusung kader mereka di kabinet sebagai caleg.

Total, ada tujuh menteri yang akan bertarung memperebutkan suara masyarakat.[tribun]

Loading...
loading...