Kegalauan Johan Budi hingga Akhirnya Menerima Tawaran Maju sebagai Caleg PDIP
logo

24 Juli 2018

Kegalauan Johan Budi hingga Akhirnya Menerima Tawaran Maju sebagai Caleg PDIP

Kegalauan Johan Budi hingga Akhirnya Menerima Tawaran Maju sebagai Caleg PDIP


GELORA.CO - Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Johan Budi mengaku sempat galau sebelum akhirnya menerima tawaran untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) dari partai PDI Perjuangan.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Najwa Shihab yang diunggah pada Senin (23/7/2018).

Dalam satu sesi acara Najwa, Johan Budi mendapat pertanyaan dari seorang penulis bernama Fenty Effendi yang mempertanyakan soal perasaan Johan Budi sebelum memutuskan maju jadi caleg.

"Gimana rasanya akan masuk ke sebuah institusi yang dulunya ditangkepin?" tanya Najwa Shihab yang membacakan pertanyaan Fenty Effendi.

Mendengar pertanyaan itu, Johan Budi lantas mengatakan bahwa yang ditangkap KPK bukan hanya anggota DPR.

"Jadi yang ditangkap KPK itu bukan hanya anggota DPR, saya masuk pemerintahan juga ada yang ditangkepi KPK" ujar Johan Budi.

Setelah itu, Johan mempertanyakan mengapa masyarakat tidak pernah mempertanyakan itu saat dirinya menjadi Jubir Jokowi.

Kemudian, Johan Budi terang-terangan mengaku galau dengan tawaran menjadi caleg.

"Sebenarnya saya galau dengan tawaran ini, kemudian posisi saya di istana, ketika sudah memutuskan jadi politisi, terlepas siapapun sebelumnya profesi anda, persepsi orang cenderung abu-abu melihat kita, tapi saya ingin menunjukkan anggota DPR masih banyak yang baik," ujarnya.

Setelah itu Johan Budi mengatakan bahwa dirinya ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap DPR.

"Kalau anda mengutuki kegelapan, tanpa anda masuk untuk mengubah, okelah saya masuk ke situ jadi lilin kecil, tapi paling tidak saya berusaha mengubah menerangi. Jangan berharap saya bisa mengubah semuanya, anggota DPR itu mewakili dirinya sendiri di DPR, ketika di luar DPR, dia adalah orang partai," ujar Johan.

Saat ditanya kekhawatirannya dengan ekspektasi masyarakat yang terlalu tinggi, Johan mengaku mengalami itu.

"Saat ada statemen PDIP kalau saya jadi caleg, saya menerima banyak pesan dari teman-teman, sebagian besar punya persepsi saya masuk daerah becek gitu, lebih banyak pertanyaan itu, tapi saya menganggap mereka itu menyayangi saya" ujarnya sambil tertawa kecil.



Diketahui, Johan Budi mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek.

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto sebelumnya membenarkan nama Johan Budi menjadi caleg dari PDI-P yang akan didaftarkan ke KPU pada Selasa (17/7/2018) siang ini.

"Betul," kata Hasto yang dilansir dari Kompas.com, Selasa (17/7/2018).

Sementara itu, Johan membenarkan dirinya maju sebagai caleg DPR periode 2014-2019 dari PDI Perjuangan.

Ia mengaku, sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan maju menjadi calon wakil rakyat.

"Keputusan ini saya ambil setelah melakukan evaluasi terhadap tugas dan pekerjaan saya saat ini dan perenungan dalam enam bulan terakhir, serta juga sudah berdiskusi dengan keluarga. Saya memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda, yaitu melalui jalur politik," ujar Johan.

Terkait rekam jejak, Johan Budi diketahui bukan murni berasal dari kader PDI-P.

Namanya mulai dikenal publik saat ia menjabat sebagai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada saat KPK mengalami kekosongan kepemimpinan pada Februari 2015 lalu, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Pelaksana Tugas Pimpinan KPK.

Saat masa tugasnya berakhir, Johan sempat mendaftarkan diri kembali sebagai pimpinan KPK.

Namun, upayanya kandas karena tak dipilih oleh DPR.[tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...