21 Maret 2018

Suara Amien Rais Masih Nyaring

Suara Amien Rais Masih Nyaring


www.gelora.co - Politisi senior Amien Rais akhir pekan lalu mengkritik keras Presiden Joko Widodo yang kerap membagi sertifikat kepada masyarakat saat kunjungan ke sejumlah daerah. Amien menyebut tindakan Presiden merupakan pengibulan semata. Suara Amien masih nyaring saat Soeharto berkuasa hingga kini era Jokowi.

Usia tak menghalangi Amien Rais tetap bersuara kritis. Amien Rais masih seperti dulu, seperti saat mengkritik orde baru dan Soeharto. Dulu, Amien termasuk orang yang pertama menggulirkan wacana suksesi kepemimpinan nasional. Ia juga salah satu tokoh motor penggerak reformasi di Indonesia.

Kini, ia kembali bersuara. Kali ini giliran Jokowi yang ia kritik. Program bagi-bagi sertifikat Presiden ke sejumlah daerah saat melakukan kunjungan kerja dikritisi Amien Rais. Ia menyebut, praktik tersebut hanya bentuk pengibulan saja. "Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar," ingat Amien Rais akhir pekan lalu di Bandung, Jawa Barat.

Pernyataan Amien Rais tersebut disandingkan dengan realitas soal kepemilikan tanah yang didominasi kelompok tertentu. Ia menyebut sebanyak 74% tanah dikuasi kelompok tertentu. "Tetapi ketika 74% negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apan," sebut Amien.

Pernyataan Amien ini pula yang menyulut tanggapan balasan dari kalangan Istana. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meski tak menyebut nama Amien Rais, turut berkomentar. Menurut dia, pembagian sertifikat tanah tersebut merupakan bukti proses pengurusan sertifikat tanah saat ini cepat dibanding sebelumnya yang lama.

Luhut juga menyebutkan agar tidak asal kritik terhadap pemerintah. Ia mengaku dirinya mengetahu jejak rekam kalangan senior yang mengkritik pemerintahan Jokowi. Ia meminta pengkritik agar tidak merasa paling bersih. "Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" tandas Luhut.

Substansi kritik yang disampaikan Amien Rais terkait persoalan kepemilikan tanah tersebut tak terjawab. Alih-alih menjawab kritik Amien Rais, Luhut justru membuat pernyataan yang menimbulkan kegaduhan baru.

Sejumlah pihak menyayangkan pernyataan Luhut. Seperti Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengatakan pernyataan Luhut merupakan upaya cari muka di hadapan Jokowi. Menurut dia, semestinya yang merespons kritik Amien Rais adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. "Seharunya Menteri ATR yang terkait dengan sertifikat yang membantah bukan Luhut sebagai Menko Maritim," sebut Arief.

Di atas semua itu, kritik Amien Rais ini semestinya direspons dengan baik oleh pemerintah. Program bagi-bagi sertifikat merupakan tindakan yang baik. Namun, jika program hanya berhenti bagi-bagi sertifikat semata, dengan tanpa membuat sistem reformasi agraria di tanah air, tentu program bagi sertifikat hanya menyentuh aspek kulitnya saja. Monopoli kepemilikan tanah semestinya dapat diatasi dengan membuat aturan yang berkeadilan. [inc]

under construction
loading...