Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

Gelora News
facebook twitter whatsapp

www.gelora.co - Pakar komunikasi Effendi Ghazali menyoroti komunikasi pemerintah kepada ulama belakangan ini.

Ia melihat komunikasi pemerintah berjalan artifisial/tidak alami dan hanya di level atas saja. Agak sulit menurut dia kalau membangun pola komunikasi seperti itu saja.

“Jelang-jelang ada masalah atau setelah ada masalah, (ulama) diundang ramai-ramai ke istana,” sindirnya kepada pemerintah dalam kajian “Umat Islam dalam Spektrum Politik” yang diadakan oleh Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) di aula A Nasution Masjid Cut Meutia, Jakarta, Rabu (14/02/2018).

Selain komunikasi pemerintah kepada ulama, ia juga menyebut soal komunikasi ulama kepada pemerintah.

Menurutnya komunikasi ulama yang seimbang salah satunya adalah Buya Hamka. “Bicaranya sejuk, tapi pada saat-saat tertentu kalimatnya sangat tajam dan tegas,” pujinya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membuat pedoman khutbah bagi khatib di masjid.

“Janganlah mencoba mengatur itu secara formal tanpa yang satu (pemerintah) bersikap adil dan benar dalam sistem pemerintahnya, yang satu (ulama) ikhlas dan jujur untuk saling memperkuat,” sarannya. [hdy]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita