GELORA.CO - Insiden kecelakaan hari ini di Kota Sampit, mobil Toyota Rush menabrak Bundaran Titik Nol Kilometer Sampit, Kamis (22/10/2026) dini hari.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu tepatnya terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sekitar pukul 03.00 WIB.
Kondisi Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diselimuti kabut asap pekat.
Jarak pandang yang sangat terbatas diduga menjadi pemicu kecelakaan tunggal mobil Toyota Rush tersebut.
Di sisi lain, pengendara motor bernama Didi bahkan nyaris tertabrak mobil Toyota Rush yang kemudian menghantam bundaran Titik Nol Kilometer Sampit, Kamis (22/10/2026) dini hari.
Ia akhirnya memilih menjatuhkan diri dari sepeda motor untuk menghindari kemungkinan tertabrak kendaraan tersebut.
Didi mengaku terkejut ketika mobil tersebut berada di dekatnya.
Pengakuan Pemotor
Didi bercerita saat kejadian kabut asap masih cukup tebal. Meski demikian, ia tidak bisa memastikan apakah kondisi tersebut menjadi penyebab mobil mengalami kecelakaan.
"Kalau kabut asap itu masih tebal, Bang. Mungkin kejadian ini karena posisi kita memang sedang berkabut," ujar Didi dikutip dari TribunKalteng.
Didi mengatakan, posisi mobil berada di depannya sebelum kecelakaan terjadi. Ia kemudian terkejut ketika mobil berada sangat dekat dengannya.
Karena khawatir ikut tertabrak, Didi memutuskan menjatuhkan diri dari sepeda motornya. Ia memperkirakan jarak saat dirinya menjatuhkan diri dengan posisi mobil sekitar 10 meter.
"Ya kaget, kita kaget. Daripada kita ditabrak mobil, mending menjatuhkan diri. Intinya itu saja, Bang," katanya.
Setelah terjatuh, Didi melihat mobil tersebut sudah berada di bundaran Titik Nol Sampit.
Ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana mobil itu bisa sampai menabrak bagian bundaran.
Didi juga sempat melihat pengemudi mobil membuka pintu dan keluar dari kendaraan setelah kejadian.
Namun, ia mengaku tidak berani mendekat sehingga tidak mengetahui kondisi pengemudi secara pasti maupun apakah ada penumpang lain di dalam mobil.
Kecelakaan Mobil
Kecelakaan tunggal mobil Toyota Rush menabrak Bundaran Titik Nol Kilometer Sampit, Kamis (22/10/2026) dini hari.
Pemicu kecelakaan tunggal diduga karena kabut asap pekat.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan setelah menghantam struktur bundaran.
Benturan keras itu juga membuat kantung udara atau airbag di dalam kabin mengembang.
Seorang warga, Arifin, mengatakan kondisi kabut asap saat kejadian cukup tebal hingga membatasi pandangan pengemudi ke arah depan.
"Waktu kejadian kabut asap memang cukup tebal, jadi pandangan ke arah depan sangat terbatas. Jadi diduga akibat jarak pandang," kata Arifin.
Menurutnya, benturan tersebut menyebabkan bagian depan mobil mengalami kerusakan cukup parah. Airbag kendaraan juga mengembang akibat benturan.
"Kondisi bagian depan mobil rusak cukup parah dan airbag di dalamnya langsung keluar," tuturnya.
Pengemudi mobil tersebut dilaporkan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kondisi pengemudi setelah kecelakaan.
Kabut asap yang menyelimuti Sampit dan sejumlah wilayah di sekitarnya menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.
Asap yang pekat membuat jarak pandang pengendara menurun drastis, terutama saat berkendara pada dini hari ketika kondisi jalan relatif gelap.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang di wilayah tersebut dilaporkan hanya berkisar lima meter akibat kabut asap tebal.
Kondisi ini membuat pengendara sulit melihat kendaraan lain maupun objek di depan mereka.
Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, dan menepi di tempat yang aman apabila jarak pandang terlalu terbatas untuk melanjutkan perjalanan.
Kabut asap bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.
Kecelakaan di Bundaran Titik Nol Sampit menjadi pengingat bahwa jarak pandang yang sangat terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tetap memaksakan perjalanan di tengah asap pekat.
