GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendadak bilang, bahwa Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga.
Bahlil mengatakan, wacana ini dengan mempertimbangkan isu ketahanan energi nasional, di tengah kondisi dinamika geopolitik dunia yang masih panas.
Ini pun sesuai dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto di mana Indonesia sekarang berada dalam kondisi harus bertahan (survival). "Ya memang harus survival, kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival," ungkap Bahlil saat ditemui usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri," tandasnya.
Sebelumnya memang, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia sekarang berada dalam kondisi harus bertahan (survival). Penekanan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Mulanya, kepala negara menjelaskan, Indonesia selalu menjadi sasaran kekuatan maupun negara yang ingin mengambil kekayaan alam. Saat menerima mandat dan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024, Prabowo mengaku menghadapi tantangan dan kesulitan dengan berani.
"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Atau, lanjut dia, meneruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik yang dianggapnya sebagai penipuan.
"Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri," tandasnya.
Sebelumnya memang, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia sekarang berada dalam kondisi harus bertahan (survival). Penekanan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Mulanya, kepala negara menjelaskan, Indonesia selalu menjadi sasaran kekuatan maupun negara yang ingin mengambil kekayaan alam. Saat menerima mandat dan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024, Prabowo mengaku menghadapi tantangan dan kesulitan dengan berani.
"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Atau, lanjut dia, meneruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik yang dianggapnya sebagai penipuan.
