Prabowo-Pramono di 2029? Pakar Beberkan Skenario Besar Jokowi dan Megawati -->

Prabowo-Pramono di 2029? Pakar Beberkan Skenario Besar Jokowi dan Megawati

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Prabowo-Pramono di 2029? Pakar Beberkan Skenario Besar Jokowi dan Megawati

GELORA.CO
- Skenario rekonsiliasi politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjelang Pilpres 2029 berpotensi mengubah peta politik.

Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, menilai jika Jokowi dan Megawati berdamai, calon wakil presiden dari Presiden Prabowo Subianto berpotensi berasal dari kader PDIP.

Dalam skenario tersebut, putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tidak akan dimajukan sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

"Saya punya harapan bahwa di 2029 ada perdamaian antara Jokowi dan Megawati. Skenarionya: Gibran tak lagi maju sebagai cawapresnya Prabowo, juga tak maju capres sendiri, tapi posisi cawapres itu diisi kader PDIP," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (21/9).

"Ini mungkin terjadi jika Jokowi ingin menunjukkan bahwa dari awal ia ingin memasangkan Prabowo dengan PDIP dengan posisi PDIP sebagai cawapres," imbuhnya.

Menurut Hasyim, skenario tersebut hanya bisa terwujud apabila Megawati bersedia mengizinkan kader PDIP maju sebagai calon wakil presiden, bukan calon presiden.

Jika skenario itu terealisasi, peluang Prabowo untuk menang pada Pilpres 2029 akan sangat besar. Kekuatan oposisi yang kemungkinan hanya bertumpu pada basis pendukung Anies Baswedan dinilai akan kesulitan menandingi koalisi Prabowo-PDIP.

Lalu, apa keuntungan PDIP dalam skenario ini?

Dengan bergabung dalam pasangan Prabowo sebagai cawapres, PDIP hampir pasti kembali masuk pemerintahan pada 2029. Selain itu, kader yang menjabat sebagai wakil presiden berpeluang besar menjadi kandidat kuat presiden pada Pemilu 2034.

Beberapa nama yang mungkin muncul dalam skenario tersebut antara lain mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. 

"Prabowo-Ganjar bisa saja. Tapi Prabowo-Pramono mungkin akan jauh lebih tepat momentumnya melihat kinerja Pramono yang bagus saat ini dalam memimpin Jakarta," tandasnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan