Kematian Ibu Bhayangkari di Medan Berbuntut Panjang, Heboh Pengakuan W Pernah 'Dijual' Suaminya ke Wakapolda -->

Kematian Ibu Bhayangkari di Medan Berbuntut Panjang, Heboh Pengakuan W Pernah 'Dijual' Suaminya ke Wakapolda

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Video yang menyebut W (30), mantan istri Brigadir IH, pernah “dijual” suaminya kepada Wakapolda viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram @justiceforwindalorenza dan memperlihatkan seorang perempuan menyampaikan dugaan tersebut saat keluarga W menerima kunjungan Irwasda Polda Sumut pada Senin (31/8/2026).

Dalam video itu, perempuan tersebut menyebut kehidupan W hancur setelah diduga “dijual” oleh Brigadir IH kepada atasannya pada 2021.

"Jadi awal mula dia hancur ini pak, sejak menjual dia pada atasannya, jadi si (Brigadir IH) ini pernah menjual W pada atasannya kalau tidak salah dulu jabatannya, Wakapolda," ujar perempuan tersebut dalam video.

Namun, perempuan itu tidak menyebutkan nama Wakapolda yang dimaksud.

Ia juga menyebut W diduga pernah “dijual” ke luar negeri oleh Brigadir IH.

"Itu bukan sekali 2 kali, W ini pernah juga di jual ke luar negeri, biar jangan orang memframing si W ini pelacur," katanya.

Tanggapan Polda Sumut


Terkait video yang viral tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan informasi yang beredar.

Baca juga: Keluarga Pertanyakan Hasil Forensik Jenazah Sutrimo Belum Juga Diumumkan

"Kami melalui Bidpropam Polda Sumut saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut, nanti juga akan dikoordinasikan dengan Direktorat Siber Polda Sumut untuk menyangkut videonya, kemudian juga kita koordinasikan dengan Kriminal umum untuk penanganan kasusnya," ujar Ferry saat ditemui wartawan di Mapolda Sumut, Kamis (3/9/2026).

Keluarga Ragukan W Tewas Bunuh Diri


Sebelumnya, W ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan, Minggu (2/8/2026).

Dalam penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh W dan menduga perempuan tersebut meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik Brigadir IH.

Namun, keluarga W masih meragukan kesimpulan tersebut. Mereka kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumut.

Kuasa hukum keluarga W, Paul Tambunan, mengatakan laporan tersebut dibuat pada Kamis (6/8/2026) malam. Laporan itu terdaftar dengan nomor STTLP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

"Untuk terlapornya dalam lidik. Kalau untuk kenapa bisa melapor begitu adalah karena kecurigaan pihak keluarga," jelas Paul.

Menurut Paul, kecurigaan keluarga muncul setelah jenazah W dibawa ke rumah duka. Saat itu, keluarga mengaku menemukan sejumlah lebam pada tubuh W.

"Matanya lebam, kemudian bagian kepala sebelah kiri bonyok, bagian hidung biru, di bagian perut dekat pusar ada lebam, begitu juga bagian atas lututnya, lalu di punggung kaki," ungkap Paul.

Keluarga, kata Paul, masih belum puas dengan penjelasan dokter forensik. Mereka berharap jenazah W dapat diekshumasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Keluarga masih kurang puas dengan penjelasan dokter forensik sehingga keluarga besar sepakat untuk membuat laporan model B di Polda Sumut," terangnya.

Kapolda Minta Waktu 1-2 Bulan


Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan pihaknya membuka proses penyidikan untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian W.

"Kami sangat terbuka, kami sangat transparan untuk membuka seluas-luasnya proses penyidikan ini. Ini yang dititipkan oleh bapak ketua dewan yang terhormat di Komisi III untuk sama-sama membuka proses ini lebih dalam, memperkaya pendalaman proses ini, scientific investigation," ujar Whisnu dalam keterangan pers di Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Kamis (13/8/2026).

Whisnu meminta waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas.

Ia juga mengajak lembaga pengawas kepolisian dan keluarga W untuk ikut mengawasi proses penyidikan.

"Kami (juga) membuka ruang kepada keluarga korban untuk bersama-sama dengan kami melihat bagaimana proses penyidikan yang dilakukan oleh Polrestabes maupun Direktorat Kriminal Umum," ujar Whisnu.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan