Karhutla Landa 5 Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 1.888 Ha -->

Karhutla Landa 5 Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 1.888 Ha

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur. Berdasarkan data per Jumat (4/9/2026) pukul 12.00 WIB, kebakaran terjadi di kawasan Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno Welirang, serta Bukit Sariwani.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tim gabungan dari BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura Raden Soerjo, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi yang masih dapat dijangkau.



Di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Rabu (26/8/2026) masih memerlukan penanganan hingga Jumat (4/9/2026).


"Titik kebakaran berada di sekitar Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, termasuk kawasan Pos 1 jalur pendakian serta wilayah barat Ranu Kumbolo yang secara administratif berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang," ujarnya.

Pemantauan melalui udara menggunakan helikopter PK-DAP sebelumnya mendeteksi tiga titik api di sekitar Ranu Kumbolo. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.888,91 hektare (ha) dan masih dalam pendataan lebih lanjut.


"Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.888,91 hektare dan masih dalam pendataan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga terdampak akibat kejadian tersebut," katanya.

Penanganan karhutla di Gunung Semeru menghadapi tantangan medan berupa tebing dengan kemiringan sangat terjal serta kondisi angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat perambatan api.


Helikopter PK-DAP yang dikerahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung penanganan saat ini berada di Lanud Abdulrachman Saleh karena mengalami kendala pada sistem kelistrikan dan sedang menjalani perbaikan oleh tim teknis.

"Selain itu, kendala pada bucket helikopter menyebabkan operasi water bombing belum dapat dimaksimalkan. Kendati demikian, sambil menunggu dukungan udara dapat kembali dioperasikan, tim gabungan melanjutkan pemadaman secara manual serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat perambatan api," katanya.


Sebagai langkah mitigasi terhadap risiko keselamatan pengunjung, TNBTS telah menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang dan petugas TNBTS juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan tersebut," katanya.

Karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis yang berada di wilayah Kabupaten Nganjuk dan Kediri. Kebakaran dilaporkan sejak Minggu (30/8/2026) dan berada di sejumlah petak kawasan hutan, termasuk Petak 109 RPH Parang dan Petak 144 RPH Kanyoran.

Tim gabungan melakukan penyisiran terhadap titik api di wilayah yang dapat dijangkau. Area terbakar sementara diperkirakan sekitar 5 ha di Kabupaten Nganjuk dan 11 ha di Kabupaten Kediri.

Vegetasi yang terdampak antara lain serasah, ranting, rumput, ilalang, serta tanaman lainnya.

"Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD setempat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di kawasan Gunung Wilis," ujar Berton.

Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Ungup-Ungup, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaporkan pada Kamis (3/9/2026), terpantau melebar hingga memasuki wilayah Kabupaten Bondowoso pada Jumat (4/9/2026). Luas area terbakar sementara diperkirakan sekitar 20 ha.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Banyuwangi, BPBD Kabupaten Bondowoso, BKSDA Wilayah Banyuwangi, dan Perhutani melakukan penanganan darat di lokasi yang masih memungkinkan untuk dijangkau.

Medan yang terjal, licin, dan berbahaya menjadi kendala petugas dalam menjangkau sejumlah titik api.

Untuk meminimalkan risiko terhadap pengunjung, Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ditutup sementara mulai Jumat (4/9/2026) hingga waktu yang belum ditentukan.

"Petugas juga terus melakukan pemantauan di jalur pendakian Kawah Ijen guna mengantisipasi pergerakan api yang berpotensi mengarah ke kawasan wisata maupun jalur pendakian," kata Berton.

Di Kabupaten Pasuruan, karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Arjuno Welirang sejak Kamis (3/9/2026). Hingga Jumat (4/9/2026), masih teramati kepulan asap di kawasan tersebut.

Tim gabungan melakukan penyisiran dan pembasahan di wilayah Lembah Kidang. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Pasuruan bersama petugas Tahura juga terus melakukan pemantauan.

"Penanganan melalui jalur darat akan dilanjutkan bersama relawan pada lokasi yang memungkinkan untuk dijangkau. Luas area terdampak masih dalam pendataan dan tidak terdapat korban jiwa," katanya.

Kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi pada Jumat (4/9/2026) di wilayah Bukit Sariwani, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kepulan asap masih teramati dari lereng bukit.

Kondisi medan yang terjal menjadi kendala bagi petugas untuk melakukan penanganan melalui jalur darat. BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Probolinggo telah menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan asesmen dengan pihak terkait serta memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan.

"Apabila titik api dapat dijangkau, petugas akan melakukan pemadaman secara manual. Tidak terdapat korban jiwa dan luas area terdampak masih dalam pendataan," ujar Berton.

Berton mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan pegunungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap di kawasan hutan kepada petugas terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin. Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di kawasan pegunungan, agar mematuhi seluruh ketentuan dan penutupan kawasan yang ditetapkan pengelola demi keselamatan bersama," ujar Berton.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus memonitor perkembangan karhutla di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin, keselamatan personel, serta potensi perambatan api.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta instansi berwenang," ucap dia

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan