GELORA.CO - Program Magang Nasional melalui MagangHub mendadak jadi sorotan. Bukan cuma soal dugaan pemotongan uang saku peserta, isu yang beredar di media sosial juga menyeret dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Dalam sejumlah unggahan, uang saku peserta disebut dipotong oleh perusahaan yang menjadi mitra program. Besarannya bahkan diklaim mencapai 70%-80%. Jika benar, persoalannya jelas bukan lagi sekadar soal administrasi program, tetapi menyangkut hak peserta yang diduga dipangkas.
Yang membuat isu ini semakin panas, narasi yang beredar turut menyinggung adanya oknum di lingkungan Kemnaker yang diduga terlibat. Namun, tudingan tersebut sejauh ini masih sebatas informasi yang beredar dan belum terbukti.
Kemnaker pun mulai bergerak. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan pihaknya langsung melakukan investigasi setelah menerima informasi mengenai dugaan pemotongan tersebut.
"Kami tentunya berterima kasih kepada yang menyampaikan informasi terkait dengan pemotongan uang saku yang dilakukan oleh oknum siapa pun. Kami langsung melakukan investigasi terkait dengan informasi tersebut," kata Anwar kepada media, Jumat (4/9/2026).
Anwar menegaskan, pemeriksaan tidak berhenti pada perusahaan yang diduga melakukan pemotongan. Kemnaker juga perlu memastikan apakah ada pihak lain yang bermain dalam pelaksanaan program tersebut.
Jika ditemukan bukti kuat adanya pelanggaran, perusahaan penyelenggara akan langsung dihentikan dari program. Peserta yang terdampak juga akan dialihkan ke perusahaan atau lokasi lain.
"Kalau kami temukan adanya bukti kuat, maka kami langsung akan menghentikan sebagai penyelenggara. Bagi peserta akan kita alokasikan ke tempat lain," ujar Anwar.
Sebelumnya, Kemnaker telah menegaskan bahwa Magang Nasional harus berjalan secara akuntabel. Perusahaan yang mendapat aduan atau terbukti bermasalah dapat dicoret dari daftar mitra penyelenggara.
"Sejak awal kami sudah sampaikan pelaksanaan program ini diselenggarakan secara akuntabel. Pada saat seleksi penyelenggara, kalau kami terima ada aduan maka akan kita tidak berikan kesempatan atau kita keluarkan," tegasnya.
Program Magang Nasional sendiri ditujukan bagi lulusan baru diploma dan sarjana untuk mendapatkan pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum masuk lebih jauh ke dunia kerja. Karena itu, isu pemotongan uang saku menjadi persoalan serius, terlebih jika benar ada pihak yang mengambil keuntungan dari program tersebut.
Sejumlah unggahan bahkan menyebut peserta hanya diminta melakukan absensi secara daring, sementara uang saku mereka tidak diberikan secara penuh. Ada pula klaim potongan hingga 70%-80%.
Namun, seluruh klaim tersebut masih harus dibuktikan. Termasuk soal dugaan keterlibatan oknum Kemnaker. Hasil investigasi akan menjadi kunci untuk menjawab apakah praktik tersebut benar terjadi, siapa yang terlibat, dan ke mana uang peserta mengalir.
Jika terbukti ada pelanggaran, Kemnaker tidak hanya dituntut mencoret perusahaan bermasalah. Dugaan keterlibatan oknum di lingkungan kementerian juga harus diusut sampai terang
Sumber: monitorIndonesia
