Gunung Anak Krakatau Level Siaga, Polisi Perketat Patroli dalam Radius 3 Kilometer -->

Gunung Anak Krakatau Level Siaga, Polisi Perketat Patroli dalam Radius 3 Kilometer

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga mendorong aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait meningkatkan pengawasan di wilayah perairan sekitar gugusan Anak Krakatau.

Patroli gabungan digelar untuk memastikan masyarakat tidak memasuki kawasan berbahaya yang telah ditetapkan pemerintah. Kegiatan tersebut melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Sie Humas, Sie Dokkes Polres Lampung Selatan, serta Ditpolair Polda Lampung.

Pengawasan berlangsung sejak Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8). Petugas menyisir kawasan perairan untuk mencegah nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Dalam patroli laut pada Minggu pagi, petugas mendapati sejumlah nelayan tengah menangkap ikan menggunakan jaring di area yang masuk dalam radius larangan. Personel kemudian mendatangi para nelayan tersebut untuk memberikan teguran sekaligus menjelaskan potensi bahaya aktivitas vulkanik.

Nelayan yang berada di zona terlarang diminta segera meninggalkan kawasan tersebut. Selain memberikan imbauan, personel Dokkes Polres Lampung Selatan turut membagikan masker sebagai perlindungan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kegiatan patroli tidak sebatas menjaga kawasan dari pelanggaran radius aman. Menurutnya, petugas juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko berada di sekitar gunung api yang masih aktif.


“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” kata Yuni Isawandari Yuyun dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Pengawasan kembali diperketat setelah petugas mendapati sebuah kapal putih jenis speed fiber bergerak mendekati kawasan Anak Krakatau sekitar pukul 10.30 WIB. Personel patroli segera mengarahkan kapal untuk menjauh dari zona berbahaya.

Kapal tersebut kemudian berbalik arah dan meninggalkan kawasan Anak Krakatau menuju perairan Banten. Petugas memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah kapal wisata maupun kapal nelayan memasuki area yang telah dinyatakan terlarang.

Yuni juga meminta para pengelola kapal wisata, nelayan, dan masyarakat tidak membawa wisatawan ke kawasan yang berada dalam radius larangan. Imbauan itu disampaikan untuk mencegah aktivitas wisata berubah menjadi situasi yang membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau pengelola kapal wisata, nelayan, dan masyarakat untuk tidak membawa atau mengarahkan wisatawan ke kawasan yang dilarang. Jangan sampai keinginan melihat aktivitas gunung api justru membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, petugas memasang banner yang berisi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Anak Krakatau. Sosialisasi mengenai bahaya gunung api juga dilakukan kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Pulau Sebesi.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi masih berlangsung dan pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh. Aktivitas tersebut teramati menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Badan Geologi menjelaskan, fenomena erupsi menerus seperti itu dapat berlangsung selama beberapa jam. Masyarakat yang berada di wilayah pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang, namun tetap mengikuti arahan pemerintah serta memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Yuni kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan aktivitas vulkanik Anak Krakatau sebagai tontonan dengan mendekati kawasan gunung api tersebut.

“Anak Krakatau merupakan gunung api aktif dan saat ini berada pada Level III. Kami meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang sudah dinyatakan terlarang,” tegasnya.

Selain patroli, personel gabungan juga membagikan masker kepada wisatawan di sekitar Pulau Sebesi. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai potensi bahaya erupsi, paparan abu vulkanik, serta pentingnya mematuhi ketentuan radius aman.


Rangkaian patroli kemudian berakhir sekitar pukul 15.00 WIB setelah seluruh personel kembali ke PPI Kalianda. Selama kegiatan berlangsung, kondisi kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan aman dan terkendali

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan