GELORA.CO - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi berulang dalam kurun waktu Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) di Selat Sunda.
Hal ini berdasarkan laporan MAGMA Indonesia milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau sedikitnya mengalami 10 kali erupsi dalam kurun waktu tersebut.
Erupsi terbaru tercatat pada Sabtu (5/9) pukul 00.01 WIB. Dalam laporan tersebut, visual letusan tidak teramati, namun erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat.
Adapun aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah terpantau sejak Jumat (4/9) dini hari. Pada pukul 04.11 WIB, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi 14 detik.
Selanjutnya, pada pukul 04.19 WIB erupsi kembali terjadi dengan amplitudo maksimum 60 milimeter selama 24 detik. Sekitar 9 menit kemudian, yakni 04.28 WIB aktivitas erupsi terjadi lagi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi 31 detik.
Pada pukul 05.46 WIB aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Hal ini ditandai dengan kolom abu yang mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tersebut berwarna hitam dengan intensitas tebal serta bergerak ke arah barat serta barat laut. Erupsi terekam dengan seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan berlangsung selama 27 detik.
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 22.03 WIB dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dengan durasi 29 detik. 8 menit kemudian yakni 22.11, erupsi terjadi lagi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 40 detik.
Kemudian terjadi lagi pada pukul 22.42 WIB dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 56 detik.
Pada pukul 22.53 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi lagi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 40 detik. Seluruh letusan tersebut tidak teramati secara visual.
Selanjutnya, erupsi kemudian kembali tercatat pada pukul 23.07 WIB. Berdasarkan laporan, visual letusan tidak teramati dan aktivitas erupsi masih berlangsung. Hingga Sabtu (5/9) dini hari, aktivitas vulkanik dan kegempaan Gunung Anak Krakatau terus berlangsung
Sumber: jawapos
