GELORA.CO — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali meningkat. Empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu, 9 September 2026, sejak dini hari hingga pagi.
Data harian MAGMA Indonesia mencatat aktivitas erupsi terjadi di Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Rentetan aktivitas tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan gunung api untuk tidak mengabaikan zona bahaya yang telah ditetapkan.
Anak Krakatau Kembali Meletus
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas pada pukul 00.47 WIB. Gempa letusan terekam oleh seismograf, sementara tinggi kolom erupsi dan warna abu tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut tebal.
Kondisi cuaca berawan dengan angin lemah hingga sedang bertiup ke arah barat laut.
Aktivitas Anak Krakatau sebelumnya juga terus menjadi perhatian karena gunung api di Selat Sunda tersebut masih menunjukkan erupsi berulang.
Ili Lewotolok Meletus Dua Kali
Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami dua kali erupsi. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA.
Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut.
Amplitudo maksimum seismogram tercatat 40 milimeter, dengan durasi erupsi mencapai 41 detik.
Semeru Juga Menggeliat
Gunung Semeru di perbatasan Lumajang-Malang, Jawa Timur, turut mencatat aktivitas erupsi pada pagi hari.
Dua erupsi terpantau masing-masing pada pukul 00.15 WIB dan 05.11 WIB. Selain gempa letusan, aktivitas guguran juga terekam oleh instrumen pemantauan.
Namun, jarak dan arah guguran belum dapat diamati secara visual.
Aktivitas Semeru menjadi perhatian serius karena pada periode yang sama gunung tersebut juga masih berada dalam kondisi aktif dan masyarakat diminta mematuhi zona larangan yang ditetapkan.
Gunung Ibu Dua Kali Meletus
Aktivitas serupa terjadi di Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung tersebut mengalami dua kali erupsi pada pukul 05.27 WIT dan 09.19 WIT.
Pada erupsi pukul 05.27 WIT, kolom letusan teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang bergerak ke arah timur laut.
Rentetan erupsi di empat gunung api tersebut kembali menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan gunung api harus meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang, tidak memasuki radius bahaya, serta mengikuti setiap rekomendasi dan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG
Sumber: monitorIndonesia
