Bareskrim Bongkar Kasus Narkoba B Fashion, Police Line dan CCTV Dicabut -->

Bareskrim Bongkar Kasus Narkoba B Fashion, Police Line dan CCTV Dicabut

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO — Penyidikan kasus peredaran narkoba di B Fashion Hotel, Jakarta Barat, memasuki tahap baru. Bareskrim Polri mencabut police line yang sebelumnya dipasang di sejumlah titik hotel, sekaligus menarik CCTV yang digunakan untuk mengawasi area yang disegel.

Pencabutan dilakukan tim penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada Minggu (6/9/2026). Empat penyidik terlibat dalam proses tersebut dengan disaksikan pihak manajemen hotel, asisten manajer, serta dua petugas keamanan.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen menjelaskan police line sebelumnya dipasang di 10 lokasi yang berkaitan dengan penyelidikan dugaan peredaran narkoba.

Lokasi tersebut antara lain ruang kasir resepsionis, akses menuju KTV lantai LG, sejumlah kamar, pintu utama Oppai Club, ruang server CCTV sekuriti, lantai 7, serta brankas di gudang Seven.

“Bersamaan dengan pencabutan police line tersebut, penyidik juga mengambil atau mencabut CCTV di 10 titik yang mengarah ke police line. CCTV tersebut kami pasang dalam rangka pengawasan terhadap police line,” kata Handik dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Sebelumnya, Bareskrim membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika di B Fashion Hotel dan The Seven, kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pengungkapan tersebut menyeret sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam penyediaan, penghubungan, hingga distribusi narkoba kepada pengunjung hotel.

Polisi mengungkap peredaran ekstasi serta vape yang mengandung etomidate dilakukan secara diam-diam oleh sejumlah oknum karyawan dan pengunjung. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap 14 orang dan masih memburu tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari 14 tersangka, polisi mengidentifikasi peran yang beragam, mulai dari penyedia narkoba, pengedar, kurir, hingga pihak yang menjadi penghubung antara pemasok dan pengguna.

Tiga orang yang masih diburu adalah Yance yang disebut berperan sebagai kurir, Rais yang diduga sebagai penyedia narkoba di Kampung Bahari, serta Sam yang disebut sebagai penyedia narkoba di Lapas Kelas II Pekanbaru.

The Seven merupakan area karaoke privat di lantai 7 hotel yang tidak dibuka untuk umum dan diperuntukkan bagi tamu undangan serta VIP.

Penindakan terhadap jaringan tersebut dilakukan tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC pada Jumat (8/5/2026).

Kasus ini menjadi sorotan karena polisi menemukan dugaan peredaran narkoba yang berlangsung di lingkungan hotel dan melibatkan sejumlah individu dari berbagai peran

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan