GELORA.CO - Ini dia profil Raabi'atul Adawiyyah menantu Sultan Brunei yang gelarnya dicabut kerajaan.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah diketahui mencabut gelar kerajaan sang menantu, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah karena dianggap melakukan perilaku tidak pantas dan mencoreng nama baik kerajaan.
Menurut Kantor Kepala Protokol Kerajaan (Grand Chamberlain) Brunei mengumumkan jika pencabutan gelar terhadap Pengiran Raabi'atul Adawiyyah pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menyampaikan bahwa keputusan pencabutan gelar ini adalah titah kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Sultan.
Menurut laporan media setempat, gelar kerajaan tersebut dicabut lantaran Pengiran Raabi'atul Adawiyyah melakukan perilaku tidak pantas dan menunjukkan kurangnya rasa hormat pada Sultan Hassanal Bolkiah.
Disebutkan bahwa gelar kerajaan yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya dianugerahkan kepada Pengiran Raabi'atul.
Walau demikian, pihak kerajaan Brunei tak merincikan perilaku apa yang oleh menantu sultan, yang berbuntut pada pencopotan gelar kerajaan.
Profil Raabi'atul Adawiyyah
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah diketahui menikah dengan putra Sultan Hassanal Bolkiah, Pangeran Abdul Malik pada April 2015 silam.
Dari pernikahan tersebut, rumah tangga mereka dikaruniai empat orang anak.
Raabi'atul Adawiyyah lahir pada tahun 1992, yang merupakan anak kedua dari 10 bersaudara.
Ia disebut berasal dari keluarga dengan status bangsawan atau pengiran.
Sejak kecil, dirinya mengenyam pendidikan di sekolah yang cukup bergengsi, yakni di Al-Falaah School sampai tahun 2003.
Kemudian, ia juga menempuh pendidikan di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School dan Rimba Secondary School.
Pasca lulus sekolah tahun 2012, Raabi'atul sempat bekerja di perusahaan konsultan IT ternama di Brunei sebagai System Data Analyst.
Setahun setelahnya, ia pernah bekerja sebagai IT Instructor di HAD Technologies yang bergerak di bidang IT.
Tak hanya menekuni bidang informasi dan teknologi komunikasi, Raabi'atul Adawiyyah aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti kompetisi membaca Al-Qur'an.
Saat usianya masih remaha, ia juga kerap mengikuti sejumlah lomba membaca Al-Qur'an mewakili sekolahnya.
Raabi'atul pun menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada tahun 2015 di Istana Nurul Iman.
Dalam pernikahan mereka itu sempat jadi sorotan, di mana busana Raabi'atul dihiasi dengan emas, berlian dan zamrud.
Buket bunganya pun juga terbuat dari logam mulia berbentuk bunga dan sejumlah permata.
Usai emnikah, ia beberapa kali mendampingi sang suami, salah satunya saat kunjungan resmi ke Singapura tahun 2016,
Di dalam negeri, ia sempat menemani Pangeran Abdul Malik menjalankan tugas sebagai wakil pribadi Sultan.
