Nyaris 10.000 Orang Mengungsi Akibat Gempa NTT, Tersebar hingga Sulsel -->

Nyaris 10.000 Orang Mengungsi Akibat Gempa NTT, Tersebar hingga Sulsel

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  – Jumlah pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Pada Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi tercatat mencapai 9.290 jiwa.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan di Jakarta.

Konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka, yakni sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa, dan sebanyak 2.000 jiwa mengungsi di 10 titik lokasi.


Di luar kedua kabupaten itu, ribuan warga lainnya juga dilaporkan mengungsi di berbagai titik yang dinyatakan aman.


Titik pengungsian tercatat ada di Kabupaten Nagekeo, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan).

Secara keseluruhan, ada 9.290 pengungsi yang terdampak gempa dan kini bertahan di pengungsian.

“Pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat,” ujar Berton sebagaimana dilansir dari Antara.

Di kawasan Kabupaten Manggarai, lanjutnya, para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat.


Juga 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih beserta tandon, hingga genset untuk penerangan.

Selain pengungsi, BNPB juga mencatat hingga semalam ada sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 101 warga luka-luka dalam perawatan medis.

Sebaran korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa.

Kemudian di Kabupaten Sikka sebanyak empat jiwa, Manggarai Barat satu jiwa, Ende satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa.


Guncangan gempa yang berpusat di laut itu juga merusak pemukiman warga, dengan rincian 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik mencakup 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan di wilayah NTT

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google