Mengeluh 8 Jam Tak Dapat Kamar, Pasien BPJS Dihujat Diduga Nakes dan Dokter, Akhirnya Meninggal -->

Mengeluh 8 Jam Tak Dapat Kamar, Pasien BPJS Dihujat Diduga Nakes dan Dokter, Akhirnya Meninggal

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO
- Media sosial Threads diramaikan dengan kisah seorang pemuda bernama Yurizal Tri Chaerawan yang diduga meninggal setelah tak kunjung mendapatkan kamar di rumah sakit. Ia mengeluhkan tentang kendalanya tersebut di akun pribadinya, @yurizaltrich.

“8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS,” tulis Yurizal pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Berdasarkan keterangan oleh Firhan Arief yang mengaku sahabat dekat almarhum, Yurizal diketahui memiliki penyakit tertentu yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Ia dibawa ke ruang IGD, tetapi tak kunjung mendapatkan ruangan untuk memperoleh perawatan lanjutan.

“Saya yang betul-betul mendampingi almarhum dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, bahkan ketika Almarhum mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya almarhum diberikan tindakan khusus di ruang ranap (rawat inap),” tulis akun @firhan_arief pada Selasa (4/7/2026).

Mendapat Hujatan atas Keluhannya


Akan tetapi, bukannya mendapatkan dukungan, Yurizal justru memperoleh hujatan atas keluhannya. Sejumlah orang mengirimkan komentar yang tak pantas kepada Yurizal. Sebagian di antaranya bahkan setelah ditelusuri merupakan tenaga kesehatan (nakes). 

Salah satunya adalah akun @erudarahaadini, yang diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP dan diduga dimiliki oleh dr. Elda Putri Rahardini, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

“PP (profile picture) nya kayak orang have (orang kaya), tapi aslinya haven’t (orang miskin) kah? Haven’t some brain cells,” tulis @erudarahaadini pada Minggu (26/7/2026) di bagian komentar pos Yurizal.

Selain @erudarahaadini, ada pula komentar lain yang juga nirempati terhadap Yurizal, seperti komentar milik @bennychrstn.

“Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Enggak ada hubungannya sama BPJS atau enggak. BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, enggak cuma you sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,” tulis @bennychrstn.

Yurizal Diketahui Membaca Komentar Warganet


Yurizal diketahui membaca komentar-komentar warganet tersebut bahkan ketika kondisinya melemah. “Almarhum menangis dan sedih lihat Threads ini. Almarhum capek, lelah, tapi saya enggak ada di sebelahnya jadi beliau luapkan rasa sedihnya di sini,” tulis @firhan_arief.

Sayangnya, nyawa Yurizal tak dapat tertolong. Ia meninggal pada 31 Juli 2026 lalu diduga karena terlambat mendapatkan penanganan.

“Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat banget. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads, sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita-certa ke mana, bahkan ke keluarga, apa-apa nyimpan sendiri. Sudah ya, jangan ada hate lagi di sini,” terang @hilperd pada Senin (3/8/2026) kemarin.

Sumber: ruangid
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google