Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras 6 Kantor Pemerintah Dilaporkan Rusak -->

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras 6 Kantor Pemerintah Dilaporkan Rusak

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Gempa M7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan kelumpuhan infrastruktur dan memicu krisis logistik mendesak, khususnya di wilayah Manggarai Raya dan Nagekeo.

Kabupaten Manggarai menjadi daerah terdampak paling parah dengan rincian kerusakan 29 unit rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, serta sembilan rumah rusak ringan.

Tak hanya itu, lima fasilitas kesehatan dan satu sekolah di wilayah ini rusak terdampak guncangan. Di Kabupaten Manggarai Timur, 23 unit rumah warga dilaporkan rata dengan tanah (rusak berat).



Kondisi tak kalah kritis terjadi di Kabupaten Nagekeo. Selain merusak rumah warga dan dua tempat ibadah, gempa merusak lima kantor pemerintahan. Arus lalu lintas di wilayah ini dilaporkan mengalami kemacetan parah dan aliran listrik masih padam total.

Ancaman ketahanan pangan juga membayang setelah satu unit gudang penyimpanan Bulog turut dilaporkan mengalami kerusakan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengonfirmasi kaji cepat kebutuhan logistik mendesak telah diidentifikasi, khususnya untuk menyokong kebutuhan pengungsi di Kabupaten Manggarai.

"Sejumlah kebutuhan mendesak yang diprioritaskan antara lain 30 ton beras, obat-obatan, 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket alat dapur, 12 tandon air bersih kapasitas 2.200 liter, 10 unit genset 5 KVA, serta alat komunikasi handy talky dan senter," urai Berton, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Saat ini, BPBD bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi teknis tengah mempercepat penyaluran bantuan serta pemulihan jaringan listrik dan akses jalan guna menembus titik-titik isolasi pengungsian.

Gempa magnitudo 7,7 ini terjadi pukul 04.58 WIB serta gempa susulan, Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 warga dikonfirmasi meninggal dunia. 

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google