GELORA.CO -- Keputusan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa untuk "hijrah" dari polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo sempat memicu simpang siur dan tuduhan miring.
Tak sedikit pihak yang menilai dirinya mengambil "langkah seribu" dan lari dari gelanggang perjuangan.
Tak ingin bola liar terus menggelinding, Dokter Tifa akhirnya memberikan klarifikasi menohok melalui video terbaru di kanal YouTube pribadinya pada Jumat (7/8/2026).
Dengan nada tegas dan lugas, ia membantah tudingan bahwa dirinya melarikan diri atau menjadi seorang pengecut.
"Anda jangan salah paham seakan-akan saya mengambil langkah seribu, melarikan diri dari gelanggang menjadi seorang pengecut. Bukan. Anda belum apa-apa, saya sudah mulai melakukan penelitian ini sejak tahun 2022. Artinya sudah empat tahun saya berjuang menegakkan kebenaran dalam soal ijazah ini," ujar Dokter Tifa.
Tifa menjelaskan bahwa konsep "hijrah" yang ia maksud adalah purna tugas dirinya sebagai peneliti dan akademisi di ruang publik.
Seluruh hasil observasi, analisis anatomi, hingga pendekatan neuroscience behavior yang dihimpun sejak 22 Oktober 2022 telah rampung dibukukan.
Dua karyanya, Jokowi's White Paper (terbit Agustus 2025) dan Otak Politik Jokowi (terbit Februari 2026), dianggap sudah lebih dari cukup untuk merangkum seluruh pembuktian ilmiahnya.
Sidang Praperadilan 12 Agustus: Panggung Pembuktian di Meja Hijau
Meski menyatakan hijrah di forum publik biasa, Tifa menegaskan perjuangan hukumnya sama sekali belum usai.
Ia justru bersiap melakoni pertarungan sesungguhnya di meja hijau untuk membela diri atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Didampingi tim hukum yang terdiri dari 27 advokat, Tifa menjadwalkan arena praperadilan berdasarkan ruang yang diberikan oleh KUHAP baru.
"Sidang demi sidang akan terus saya jalani dengan penuh ketelitian dan ketekunan bersama 27 advokat saya. Insyaallah tanggal 12 Agustus 2026 saya mulai sidang praperadilan. Di situlah ruangan bagi saya demi kepentingan hukum untuk menyampaikan tentang ijazah sebagai sebuah evidence," tegasnya.
Sumber: Wartakota
