Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik -->

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat dievakuasi secara diam-diam dari pesawat Air Force One saat berada di Turki usai menghadiri KTT NATO bulan lalu. Trump bahkan disebut dipindahkan menggunakan truk logistik bandara di tengah kekhawatiran adanya ancaman pembunuhan dari kelompok pro-Iran.

Operasi rahasia tersebut dilakukan badan intelijen AS untuk mengamankan Trump. Berdasarkan laporan The Washington Post, mengutip seorang pejabat AS, Trump awalnya telah naik pesawat Boeing 747-8 yang merupakan hadiah dari Qatar dan digunakan sebagai Air Force One.


Namun, beberapa menit kemudian, Trump secara diam-diam diturunkan dari pesawat tersebut. Dia kemudian dipindahkan ke pesawat militer AS lainnya menggunakan truk logistik bandara yang biasanya digunakan untuk mengangkut makanan serta berbagai perlengkapan penerbangan.

Langkah tersebut dilakukan karena Dinas Rahasia AS mengkhawatirkan adanya kemungkinan percobaan pembunuhan terhadap Trump oleh kelompok yang memiliki hubungan atau simpati terhadap Iran.


Kabar tersebut sejalan dengan laporan The New York Times (NYT) sebelumnya yang mengungkap bahwa Trump terpaksa meninggalkan pesawat Boeing 747-8 hadiah dari Qatar dan berganti ke pesawat lain selama berada di Turki.

Dalam rekaman video yang disiarkan sejumlah stasiun televisi, Trump terlihat sempat menaiki pesawat Air Force One hadiah dari Qatar. Namun Tidak lama kemudian, dia ternyata dipindahkan secara rahasia ke pesawat C-32A milik Angkatan Udara AS.


Hanya segelintir orang yang mengetahui operasi tersebut. Para jurnalis yang tergabung dalam rombongan kepresidenan tetap berada di dalam Air Force One utama. Mereka diminta tetap berada di pesawat dengan jendela ditutup.

Karena C-32A memiliki ukuran jauh lebih kecil dibandingkan Boeing 747-8, hanya beberapa staf Gedung Putih dan pejabat senior yang dapat ikut dalam penerbangan tersebut.

Pesawat yang membawa Trump juga tidak menggunakan tanda panggilan Air Force One. Pesawat tersebut dilaporkan mematikan transponder dan menggunakan call sign militer rahasia, Reach 18.

Trump disebut ditemani sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dalam penerbangan rahasia tersebut.

Pesawat C-32A kemudian membawa Trump menuju Pangkalan Angkatan Udara Mildenhall di Inggris untuk transit. Di lokasi tersebut, Trump kembali dipindahkan secara diam-diam ke pesawat Air Force One utama.

Yang menarik, para jurnalis yang mengikuti perjalanan kepresidenan tidak mengetahui bahwa Trump sebenarnya baru bergabung dengan rombongan di pangkalan tersebut.

Operasi rahasia itu baru terungkap setelah laporan media mengenai perpindahan Trump muncul. Sebelumnya, Trump sempat berbicara kepada wartawan mengenai ancaman pembunuhan yang menurutnya terus datang dari Iran.

Meski demikian, Trump tidak pernah mengungkap bahwa aparat keamanan AS telah menjalankan operasi khusus untuk memindahkannya dari pesawat Air Force One selama berada di Turki.

Drama tersebut menunjukkan betapa seriusnya kekhawatiran keamanan di sekitar Trump ketika menghadiri KTT NATO. Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, pengamanan presiden AS bahkan dilakukan secara senyap tanpa diketahui sebagian besar rombongan dan awak media

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google