Pengemudi Alphard Viral di Bundaran HI Ternyata Polisi, Kini Diperiksa Propam

Pengemudi Alphard Viral di Bundaran HI Ternyata Polisi, Kini Diperiksa Propam

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  -- Perselisihan antara pengemudi Toyota Alphard dengan seorang petugas keamanan (satpam) yang viral di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, berakhir damai.

Kesepakatan dicapai setelah kedua belah pihak menjalani mediasi selama lebih dari lima jam di Polsek Metro Menteng.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, mediasi menghasilkan kesepakatan damai yang diterima kedua belah pihak.


Melalui proses mediasi yang berlangsung selama lebih dari lima jam di Polsek Metro Menteng, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

"Telah dilaksanakan upaya atau mediasi antara pihak pengendara dan saudara Victor dari pihak keamanan," ujar Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu di Mapolsek Menteng, Jumat (24/7/2026) malam.


"Yang mana telah disepakati bahwa persoalan perselisihan antara pengemudi dan saudara Victor diselesaikan secara kekeluargaan," tambahnya.

Braiel mengatakan, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan mengakui adanya kesalahan masing-masing dalam insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

Mediasi Berlangsung Lebih dari Lima Jam
Kuasa hukum Victor Harefa, Wiradarma Harefa, mengungkapkan proses mediasi berlangsung cukup lama karena masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan perasaannya terkait kejadian tersebut.

"Kami tegaskan kepada teman-teman bahwa pertemuan di atas tadi memang memerlukan waktu yang cukup lama karena saling menyampaikan unek-unek masing-masing," jelas dia.



Menurut Wiradarma, pada akhirnya kedua pihak sepakat berdamai setelah sama-sama menyadari adanya kekhilafan dan sikap arogan yang muncul secara spontan saat peristiwa terjadi.


"Pada akhirnya masing-masing telah menerima, semua mengakui bahwa ada kesalahan, ada arogansi yang terjadi pada saat itu spontan," ungkap Wiradarma.



Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, pihak Victor Harefa menganggap persoalan telah selesai dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Identitas Pengemudi Toyota Alphard
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Metro Menteng Braiel Arnold memastikan pengemudi dan penumpang Toyota Alphard yang terlibat dalam insiden itu merupakan anggota kepolisian.

"Iya, personel dari Polda Jawa Barat," ujar Braiel.

Ia menjelaskan dugaan pelanggaran lalu lintas, termasuk penggunaan pelat nomor palsu pada kendaraan tersebut, kini ditangani Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.



"Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi ini, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya," jelasnya.

Sementara itu, dugaan tindakan arogan yang dilakukan ketiga anggota polisi tersebut diproses oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat.

"Sedangkan terkait dugaan perbuatan arogansi, ketiga oknum polisi itu ditangani oleh Paminal Polda Jawa Barat. Dari rekan pengemudi maupun penumpang, malam ini juga ditindaklanjuti Bid Propam Polda Jawa Barat," jelas Braiel.

Braiel juga menegaskan kendaraan Toyota Alphard yang digunakan dalam peristiwa tersebut merupakan mobil pribadi, bukan kendaraan dinas kepolisian

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google