GELORA.CO - Malam yang penuh drama di final Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis Spanyol atas Argentina. La Roja menang 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, meraih gelar kedua mereka setelah 2010. Namun, sorotan tak hanya pada trofi, melainkan momen hangat antara dua bintang Barcelona: Lamine Yamal dan Lionel Messi.
Setelah peluit akhir dibunyikan, Messi yang berusia 39 tahun—kemungkinan tampil terakhir di Piala Dunia—langsung mendekati Yamal, sang fenomena Spanyol yang baru berusia 19 tahun. Keduanya berpelukan erat di tengah lapangan, simbol perpisahan sekaligus "penyerahan obor" generasi.
Momen ini menjadi penutup manis bagi Messi yang gagal mempertahankan gelar juara dunia. Argentina kalah tipis meski bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernández diusir keluar lapangan. Sementara itu, Yamal yang menjadi andalan Spanyol sepanjang turnamen merayakan gelar Eropa dan Piala Dunia di usia muda.
Hubungan keduanya bukan hal baru. Foto lama saat Messi memandikan Yamal saat bayi dalam sesi foto amal kembali viral sebelum final. Messi sendiri pernah berkomentar: "Saya melakukan foto saat dia bayi, dan sekarang menghadapinya di final Piala Dunia, itu gila. Tapi dia sudah salah satu yang terbaik di dunia saat ini."
Pelukan itu menjadi momen penuh lingkaran (full circle) bagi dua legenda Barcelona. Yamal, yang mewarisi bakat dan sorotan Messi, kini membawa Spanyol juara dunia, sementara Messi menutup era keemasannya dengan sportivitas tinggi.
Spanyol Layak Juara
Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan meski kesulitan menembus pertahanan Argentina. Gol Torres di menit ke-106 menjadi penentu kemenangan. Kiper Argentina Emiliano Martínez melakukan penyelamatan gemilang, termasuk pada tendangan bebas Yamal, tapi akhirnya Spanyol yang lebih tangguh di extra time.
Kemenangan ini menandai era baru sepak bola Spanyol, dipimpin generasi muda seperti Yamal, yang kini telah meraih dua gelar bergengsi dalam waktu singkat.
Reaksi Dunia
Momen pelukan Messi-Yamal langsung menjadi viral di media sosial. Banyak yang menyebutnya sebagai "penyerahan obor" dari sang GOAT kepada talenta masa depan. Messi, meski kalah, tetap dihormati sebagai legenda yang telah menginspirasi jutaan orang, termasuk Yamal sendiri.
Selamat untuk Spanyol, dan terima kasih untuk Lionel Messi atas segala kontribusinya di lapangan hijau. Pertandingan ini akan dikenang bukan hanya karena skor, tapi juga karena ikatan emosional antar pemain.
*Artikel ini disusun berdasarkan laporan USA Today dan sumber terkait lainnya.*
