GELORA.CO - Amerika Serikat (AS) akan merampas dana dari aset Iran yang dibekukan untuk mengganti kerugian perang di Selat Hormuz, khususnya kapal-kapal yang rusak diserang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, dana milik Iran yang berada di bawah kendali AS, akan digunakan untuk mengganti kerugian akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Dia menyebut langkah itu sebagai cara adil untuk meminta pertanggungjawaban Iran.
“Kita akan menggunakan uang Iran untuk membayar kerusakan yang mereka timbulkan. Dengan kata lain, uang Iran yang kita kendalikan akan digunakan untuk mengganti kerugian,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (28/7/2026).
Departemen Keuangan AS masih mempelajari rincian kerusakan dan total nilai aset Iran yang akan digunakan. Sementara itu waktu pengambilan aset masih dalam tahap finalisasi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengusulkan rencana ini sejak Juni. Penilaian yang sedang berlangsung untuk biaya perbaikan kapal yang ditembak, kerugian muatan kargo, serta dampak terhadap negara-negara di Timur Tengah yang diserang Iran.
Namun, para pengamat memperingatkan, pengambilan paksa aset Iran bisa memengaruhi negosiasi mengenai program nuklir Iran dan keamanan di kawasan. Iran jelas tak akan terima asetnya dirampas.
Sementara itu para pejabat AS enggan mengomentari dasar hukum untuk merampas aset Iran hingga potensi dampak diplomatik
Sumber: inews
