Andi Arief Tuding Ada ‘Operasi Politik’ Pojokkan Dody Hanggodo

Andi Arief Tuding Ada ‘Operasi Politik’ Pojokkan Dody Hanggodo

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Andi Arief Tuding Ada ‘Operasi Politik’ Pojokkan Dody Hanggodo

GELORA.CO -
Kader Partai Demokrat, Andi Arief menuding ada operasi politik untuk memojokkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Diungkapkan menanggapi berbagai polemik yang menyeret Dody.

Wakl Ketua Umum Demokrat itu  belakangan ditimpa isu, mulai menyertakan anak dan istrinya dalam kunjungan ke Amerika Serikat, diduga ponakan Aisyah Zakkiyah yang diangkat Komisaris PT PP, hingga dugaan mutasi akibat dokumen kunjungan kerja bocor.

Terakhir, sejumlah pengkritik Dody sdi media sosial buka suara. Setelah diancam nomor tidak dikenal untuk menghapus unggahan kritik.

Namun menurut Andi Arief, pelaku ancaman itu dari pihak lain. Dia tak menyebut nama.

Tapi menurutnya, pihak tersebut sedang menjalankan operasi politik.

“Pasti yang melalukan itu yang memang merencanakan ambil keuntungan dari "operasi politik" memojokkan menteri PU,” kata Andi Arief dikutip dari unggahannya di X, Sabu (18/7/2026).

Soal mutasi pegawai, Andi Arief menyebut keputusan itu dilakukan untuk menertibkan pegawai.

“Resiko buat Menteri yang tidak memperkaya diri dan mau menertibkan dan mendisiplinkan pegawai,” imbuhnya.

Dia pun mengaku pihaknya telah meminta Dody membuka aladannya ke publik melakukan mutasi.

“Kami meminta menteri PU untuk membuka saja ke publik alasan mereka yang dimutasi itu,” terang Andi Arief.

Ancaman ke Pengkritik Dody


Sejumlah pihak mengaku diancaman dan doxing setelah mengkritik Dody Hanggodo. Salah satunya dialami Pegiat Media Sosial Ferry Koto.

“Ada yang mau ancam-ancam saya, karena Twit tentang Dody Menteri PU,” tulis Ferry dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (18/7/2026).

Ancaman dimaksud Ferry, serupa yang dialami Nabiyla. Ada nomor tak dikenal yang mengiriminya pesan agar menghapus unggahannya terkait dengan kritik terhadap Dody.

Selain itu, informasi pribadi Ferry pun diumbar. Mulai nama lengkap, pekerjaan, hingga lokasi terakhir telepon genggamnya.

“Ini sudah jelas pelanggaran data pribadi, sampai tahu data KK. Bahkan lokasi device saya saat ini,” ucap Ferry.

Setelah dia mengecek nomor tak dikenal yang menghubunginya, mengarah pada sebuah situs berita. Dia pun meminta polisi mengusutnya.

“Saya cek nomor yang WA terhubung dengan website ini. Mohon perhatian @CCICPolri data warga diretas begini,” ungkap Ferry.

Ancaman Terhadap Dosen UGM


Kronologis ancaman terhadap Dosen UGM Nabiyla, bermula saat dirinya mengomentari sebuah unggahan di X yang menginformasikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian PU dimutasi. Setelah 27 tahun 3 bulan mengabsi.

Nabiyla meresponsnya dengan mengusulkan pejabat yang melakukan mutasi dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dia juga menyebut pejabat tersebut zalim, meski tak menyebut nama gamblang.

“PTUN-in aja sih pejabat dzalik kayak gini. Greget banget gweh,” tulis Nabiyla melalui akun X pribadinya @nabiylarisfa, dikutip Jumat (17/7/2026).

Setelah melakukan kritik, Nabiyla mendapat pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal. Mempersoalkan cuitan Nabila dan meminta segera menghapus.

“Mohon kerjasamanya untuk menghapus postingan sodari. Nabiyla Risfa Izzati di platform X,” tulis nomor tidak dikenal tersebut, melampirkan link cuitannya.

Cuitan Nabiyla dianggap bisa menimbulkan kegaduhan. Jika tidak dihapus, dia diancam dilapor ke phak berwajib.

“… karena postingan tesebut menimbulkan kegaduhan, sebelum pihak kami menaikkan laporan ke pihak berwajib karena telah melanggar beberapa pasal,” tulisnya.

Bahkan, kata Nabiyla, pesan nomor tidak dikenal itu tak berhenti hanya mengancam. 

Dia menceritakan, data pribadinya juga diungkap. Mulai dari alamat, NIK, data keluarga, hingga lokasi terakhir gawai.

“Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya,” tulis Nabila.

Di unggahan lain, Nabiyla melampirkan surat somasinya terhadap pengancam.

Somasi yang dilayangkan Nabiyla tertuang dalam surat bernomor 022/IBLM/LIT/RDP/VII/2026 dengan kop IBLM Law Group. Tertanggal 17 Juli 2026.

“Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait,” tulis Nabiyla.

Menteri PU sebelumnya melakukan mutasi besar-besaran di instansi yang dipimpinnya. Kebijakan itu dikaitkan dengan dokumen surat dinas yang sebelumnya bocor.

Surat dinas dimaksud, menyertakan anak dan istri Menteri PU berangkat ke Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan kerja.

Meski begitu, Dody membantah tudingan mutasi tersebut berkaitan dengan surat dinas yang bocor.

“Enggak ada,” kata Dody kepada jurnalis di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, mutasi hal biasa. Apalagi, pegawainya puluhan ribu.

“Mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi,” terangnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google