Konektivitas Asia-Eropa Terus Berakselerasi

Konektivitas Asia-Eropa Terus Berakselerasi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

Pada 6 Juni, satu rangkaian kereta kargo China-Europe Railway Express dalam perjalanan kembali memasuki wilayah Tiongkok melalui Pelabuhan Kereta Api Manzhouli dengan membawa muatan penuh. Peristiwa ini menandai bahwa jumlah perjalanan kereta China-Europe Railway Express melalui “Koridor Timur” pada tahun 2026 secara resmi telah melampaui 3.000 perjalanan.

Sebagai salah satu dari tiga koridor strategis utama China-Europe Railway Express, “Koridor Timur” yang bertumpu pada tiga pelabuhan utama, yaitu Manzhouli, Suifenhe, dan Tongjiangbei, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir serta mencatatkan capaian yang cukup signifikan. Dengan dukungan jaringan transportasi yang matang dan rasa saling percaya secara politik, koridor ini membuka ruang baru bagi konektivitas Asia-Eropa serta pembangunan regional yang lebih terkoordinasi di dalam negeri.

Perkembangan “Koridor Timur” sendiri belum berlangsung terlalu lama. Pada 1 Juli 2014, perjalanan perdana China-Europe Railway Express mulai dioperasikan. Kemudian, pada 15 November tahun yang sama, Stasiun Manzhouli secara resmi mulai mengoperasikan layanan China-Europe Railway Express, menandai dimulainya pembangunan “Koridor Timur” dari titik awal.

Dalam beberapa tahun berikutnya, “Koridor Timur” terus mengalami percepatan. Pada 28 Juni 2017, layanan China-Europe Railway Express rute Manzhouli–Almaty pertama kali dibuka. Pada April 2019, layanan rute Manzhouli–Liège resmi diluncurkan. Selanjutnya, pada 7 September 2021, layanan rute Manzhouli–Rostov untuk pertama kalinya mulai beroperasi.

Saat ini, perkembangan “Koridor Timur” telah memasuki tahap yang lebih matang. Pengaruhnya, baik di tingkat domestik maupun internasional, terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sebagai salah satu simpul penting dalam koridor strategis China-Europe Railway Express, Manzhouli merupakan pelabuhan darat terbesar di Tiongkok sekaligus pusat penting transportasi darat di Benua Eurasia. Sejak layanan ini dibuka pada 2017, Manzhouli telah berkembang menjadi simpul utama yang menghubungkan Tiongkok, Eropa, dan kawasan Eurasia. Sebagai pintu gerbang terbesar Tiongkok untuk keterbukaan ke arah barat, volume angkutan barang Pelabuhan Manzhouli menempati posisi teratas di antara pelabuhan-pelabuhan nasional.

Menurut data statistik Bea Cukai Manzhouli, pada 2021 nilai impor dan ekspor melalui pelabuhan tersebut mencapai USD 16 miliar, meningkat 28% secara tahunan. Di antaranya, ekspor ke Rusia mencapai USD 31 miliar, meningkat 35%; ekspor ke Mongolia mencapai USD 43 miliar, meningkat 20%; dan ekspor ke negara serta kawasan di sepanjang inisiatif “Belt and Road” mencapai USD 38,8 miliar, meningkat 28%. Seiring dengan berlanjutnya pembangunan “Koridor Timur”, peran Manzhouli sebagai titik tumpu penting diperkirakan akan semakin menonjol.

Pelabuhan Manzhouli merupakan salah satu pelabuhan perbatasan penting di Tiongkok sekaligus salah satu pelabuhan darat pertama yang membuka layanan kereta barang internasional. Sejak 1992, Pelabuhan Manzhouli telah mengoperasikan layanan kereta barang internasional. Pada 2014, pelabuhan ini disetujui oleh Dewan Negara sebagai pelabuhan terbuka nasional. Saat ini, Manzhouli menjadi salah satu simpul utama China-Europe Railway Express dalam konektivitas darat perbatasan Tiongkok-Rusia.

Hingga saat ini, layanan kereta barang internasional melalui Manzhouli telah membuka 13 rute internasional menuju berbagai kota seperti Duisburg di Jerman, Paris di Prancis, Warsawa di Polandia, dan Budapest di Hongaria. Jaringannya menjangkau lebih dari 20 negara dan kawasan di Eropa. Rute kereta barang dari Pelabuhan Manzhouli menuju Duisburg, Jerman, telah mencatatkan total 1.293 perjalanan, dengan volume angkutan kumulatif lebih dari 170.000 ton.

Sebagai bentuk baru dalam organisasi transportasi internasional, China-Europe Railway Express memiliki sejumlah keunggulan, antara lain stabilitas, keamanan, dan kecepatan. Di tengah berbagai ketidakpastian, termasuk pandemi Covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina, layanan ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Perkembangan “Koridor Timur” merupakan sebuah proses yang dinamis, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas ke depan.

Pertama, dari sisi geopolitik, Rusia sebagai negara penting di sepanjang jalur “Koridor Timur” akan tetap menjadi titik tumpu strategis. Kedua, dari sisi kerja sama ekonomi dan perdagangan, Rusia, Belarus, Kazakhstan, dan negara-negara terkait lainnya telah membangun hubungan kerja sama yang baik. Melalui China-Europe Railway Express, barang-barang dapat diangkut dengan lebih lancar ke Tiongkok, sekaligus mendorong pertukaran ekonomi dan perdagangan antarnegara di sepanjang jalur tersebut. Ketiga, dari sisi kerja sama internasional, “Koridor Timur” China-Europe Railway Express telah membentuk sistem organisasi pendukung yang semakin selaras dengan operasional China-Europe Railway Express secara keseluruhan. Ke depan, “Koridor Timur” akan terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara di sepanjang jalurnya.

Di masa mendatang, pemerintah Tiongkok akan terus memberikan dukungan kuat bagi pembangunan “Koridor Timur” China-Europe Railway Express. Tiongkok juga akan memperdalam kerja sama dengan negara-negara di sepanjang jalur tersebut dalam bidang infrastruktur seperti perkeretaapian dan pelabuhan, serta mendukung penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan di kawasan terkait.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google